GEGARA Topan Khanun, Jambore Pramuka Selesai Lebih Cepat

- Penulis

Senin, 7 Agustus 2023 - 21:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah terganggu gelombang panas ekstrem, Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan juga terpaksa berakhir lebih awal menyusul peringatan topan muncul. (ASSOCIATED PRESS/Kim Joo-hyung)

Setelah terganggu gelombang panas ekstrem, Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan juga terpaksa berakhir lebih awal menyusul peringatan topan muncul. (ASSOCIATED PRESS/Kim Joo-hyung)

SuarIndonesia — Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan akan berakhir lebih awal menyusul peringatan topan muncul pada Senin (7/8/2023).

Sebelum peringatan topan muncul, gelaran Jambore Pramuka Dunia juga sudah terganggu akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Korsel saat ini. Sekitar ribuan peserta dari tiga negara batal mengikuti acara tahunan tersebut.

“The World Organization of the Scout Movement menerima konfirmasi pagi ini dari Pemerintah Korsel bahwa karena dampak yang diperkirakan dari Topan Khanun, kepulangan seluruh peserta dipercepat (lebih awal),” bunyi pernyataan badan pramuka dunia tersebut.

Sekitar 43.000 orang dari 158 negara termasuk Indonesia bergabung dalam Jambore tahunan ini yang saat ini digelar di Provinsi Jeolla Utara.

Jambore kali ini berlangsung ketika Korsel dihadapkan dengan musim panas ekstrem. Ratusan peserta pun dilaporkan jatuh sakit hingga memaksa pemerintah Korsel mengerahkan dokter militer dan bus-bus berpendingin ruangan untuk menolong para peserta yang terdampak suhu ekstrem.

Konser musik K-pop yang semula dijadwalkan bakal digelar Minggu (6/8) pada Jambore Pramuka Dunia ini juga terpaksa ditunda karena sengatan panas ekstrem.

Suhu di lokasi jambore dilaporkan konsisten berada di atas 33 derajat Celcius.

“Kami mendesak pemerintah untuk mempercepat rencana keberangkatan (kepulangan) dan menyediakan semua sumber daya dan dukungan yang diperlukan bagi para peserta selama mereka tinggal dan sampai mereka kembali ke negara asal mereka,” kata badan pramuka itu seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, gelaran Jambore Pramuka Dunia sempat diminta untuk dibatalkan lantaran kontingen dari Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura batal bergabung akibat cuaca ekstrem.

Acara outdoor selama dua minggu ini dimulai pada hari Selasa (1/8) ketika pihak berwenang mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi untuk suhu ekstrem pertama kalinya dalam empat tahun.

(Foto: ASSOCIATED PRESS/Kim Joo-hyung)

Peserta Dievakuasi Besok

Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka mengungkapkan evakuasi terhadap peserta jambore Republik Indonesia di perkemahan Saemangeum, Korea Selatan, akan berlangsung aman.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Pernyataan itu muncul usai kemungkinan topan Khanun yang mendekati Saemangeum.

“Orangtua peserta tidak perlu khawatir karena kemungkinan topan Khanun akan datang sekitar 9-10 Agustus 2023,” kata wakil ketua kwartir nasional, Berthold Sinaulan, dalam pernyataan resmi, Senin (7/8), seperti dikutip laman CNNIndonesia, Senin (7/8/2023.)

Ia kemudian berujar, “Jadi, masih ada waktu untuk pengemasan dan masuk ke dalam bus untuk dibawa ke tempat penampungan.”

Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia, lanjutnya, telah menyiapkan rencana darurat menghindari amukan topan Khanun.

Kedutaan Besar RI di Seoul dan Pemerintah Provinsi Jeollabuk juga siap membantu kontingen Indonesia.

Proses pemindahan peserta sudah disiapkan dengan rapi oleh Pemerintah Korsel. Berthold mengatakan, khusus untuk Kontingen Indonesia dibantu sepenuhnya oleh KBRI di Seoul.

Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

“Ada rencana-rencana baru yang sudah dibikin. Dan, anak-anak kita, menurut rencana, akan mulai dipindahkan besok (Selasa, 8/8/2023) sekitar siang dan sore,”kata Retno di Istana Negara, Senin (7/8).

Retno mengaku belum mendapat informasi soal lokasi pemindahan acara Jambore 2023. KBRI, lanjut dia, masih melakukan koordinasi dengan otorita Korsel.

Jambore di Korsel menjadi sorotan usai cuaca panas ekstrem melanda negara itu. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura telah menarik peserta jambore mereka.

Kondisi agenda itu kian mengkhawatirkan usai muncul laporan kemungkinan topan Khanun akan mendekat Saemangeum pada 9-10 Agustus. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca