GEBYAR EXPO BSF ke-8, Wujud Nyata Tingkatkan Ekraf dan Lestarikan Kain Sasirangan Banjarmasin

- Penulis

Selasa, 25 Juni 2024 - 22:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resmi dibuka Expo Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-8,  berlangsung di Kawasan Siring Menara Pandang. Senin (24/6/2024) malam (SuarIndonesia/Ist)

Resmi dibuka Expo Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-8,  berlangsung di Kawasan Siring Menara Pandang. Senin (24/6/2024) malam (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia -Resmi dibuka Expo Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-8,  berlangsung di Kawasan Siring Menara Pandang. Senin (24/6/2024) malam.

Gebyar pembukaan oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina didampingi Ketua Dekranasda, Hj Siti Wasilah serta Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj Hardiyanti.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan rasa syukur atas berlangsungnya BSF yang telah memasuki tahun kedelapan.

“Ini adalah wujud kesungguhan kita memajukan UMKM, para pelaku tim, dan pengrajin sasirangan. Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat, dan setiap tahun kita berusaha bagaimana Kota Banjarmasin mengangkat kain sasirangan ini ke pentas nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kain sasirangan sudah dikenal luas, bahkan di luar Kota Banjarmasin. Hal itu menunjukkan perkembangan positif dalam mengenalkan kain tradisional tersebut.

Ia juga menyatakan harapannya agar ekonomi lokal semakin berkembang melalui kreasi para pengrajin sasirangan yang terus didorong untuk menghasilkan produk dengan nilai jual tinggi.

Selain itu, berbagai lomba desain motif sasirangan dan Festival Basasirangan digelar untuk memperkuat kebanggaan terhadap kain tradisional itu.

“Seperti pesan Pak Menteri, sasirangan adalah lokomotif ekonomi kreatif Kota Banjarmasin yang didukung oleh sub sektor ekonomi kreatif lainnya,” tambahnya.

BSF yang ke-8 itu memiliki keistimewaan dengan penyelenggaraan expo tidak hanya di Siring tetapi juga di Duta Mall.

Acara akan disertai dengan talk show yang bertepatan dengan peringatan tiga tahun kepemimpinan Ibnu Sina dan Arifin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Ibnu Sina juga mengumumkan bahwa Kalimantan Selatan telah menerima sertifikat indikasi geografis untuk kain sasirangan. “Ini penting untuk isu nasional dan internasional, artinya Geographical Indication itu menunjukkan asal muasal sasirangan dari Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Baca Juga :   PEMKO BANJARMASIN Luncurkan Super Apps Pintar v3.0.0

Dengan indikasi geografis itu, motif dan merek sasirangan yang didaftarkan sebagai kekayaan intelektual akan terlindungi dari klaim negara lain. Ibnu Sina menegaskan pentingnya sertifikasi itu untuk mencegah pengakuan oleh negara lain.

Selain itu, pada tahun 2024 Banjarmasin juga meresmikan Kampung Jelujur di Alalak Tengah dan Alalak Utara. Di tempat itu, para pengrajin terutama ibu-ibu dapat memproduksi kain sasirangan secara lebih efisien.

“Ini menunjukkan kesiapan kita untuk ekspor. Penjelujurnya kita latih agar tambah pintar, cepat, dan menghasilkan produk yang lebih bagus.

Ada sekitar 16 atau 17 motif yang sudah dipatenkan milik Banjarmasin, dan indikasi geografisnya milik Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Dekranasda kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah menyebutkan ada kurang lebih 104 UMKM yang turut berpartisipasi pada BSF ke-8 tahun ini.

“Jadi selain di Kawasan Siring Menara Pandang, kita juga mengadakan BSF di Duta Mall agar lebih bisa mengangkat UMKM serta meningkatkan pergerakan roda perekonomian di Kota Banjarmasin,” ungkap Siti Wasilah.

“Untuk di Kawasan Siring ini, expo dimulai dari jam 15.00 sampai jam 22.00. Jadi untuk teman teman yang mau berbelanja bisa langsung datang dan turut bantu UMKM agar lebih berkembang lagi,” tambahnya.

Dengan langkah langkah tersebut, diharapkan kain sasirangan semakin dikenal luas dan dapat menjadi ikon kebanggaan Kalimantan Selatan serta memajukan ekonomi kreatif di Kota Banjarmasin.(*/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor
PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa
RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel
BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional
OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko
GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa
MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca