Suarindonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) , Perry Warjiyo menyenutkan, salah satu faktor infiltrasi adalah gejolak geopolitik yang menahan pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) global.
Inflasi nasional secara YoY pada Juni 2019, berada pada level 3,28 persen. Pertumbuhan di Jawa, Kalimantan, dan Papua turut melambat akibat penurunan kinerja ekspor manufaktur dan kegiatan di lapangan usaha pertambangan.
Dipaparkannya, pemicu pertumbuhan ekonomi nasional adalah faktor musiman pasca hari besar keagamaan dan nasional (HBKN), dan masih lemahnya ekspor nasional dampak melambatnya volume perdagangan global menjadi faktor yang menahan pertumbuhan.
“Untuk Kalimantan, faktornya adalah perlambatan kinerja lapangan usaha utama sejalan dengan tren penurunan harga komoditas,” tuturnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















