SuarIndonesia – Pembangunan Infrastruktur Kota Banjarmasin tahun ini dianggarkan jauh legih tinggi ketimbang tahun sebelumnya.
Bila tahun lalu hanya Rp273 miliar tahun ini naik 80 persen lebih atau menjadi Rp406 miliar.
Kadis Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin, Ir H Arifin Noor, anggaran yang dipersiapkan itu banyak diserap pada rencana pembangunan 4 jembatan besar.
“Dana sebanyak itu digunakan untuk rencana pembangunan Jembatan Bromo, Jembatan Sulawesi, Jembatan HKSN dan Gerilya, kemudian penyiringan di Kelayan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (31/1).
Arifin melanjutkan, dari 4 jembatan itu yang paling besar anggarannya adalah Jembatan gantung Bromo yakni Rp45 miliar. Besarnya anggaran untuk jembatan itu sudah melalui perhitungan dan DEDnya.
Kemudian Jembatan HKSN. Jembatan penghubung Kecamatan Banjarmasin Utara dan Barat itu juga terbilang cukup besar yakni Rp42,5 miliar.
Selanjutnya, Sekretaris Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Windiasty Kartika menimpali, Jembatan Gerilya Banjarmasin Selatan dianggarkan Rp14 miliar. Yang terakhir Jembatan Sulawesi, jembatan tersebut dianggarkan juga Rp14 miliar. Namun mengambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Selain 4 jembatan masih banyak proyek infrastruktur seperti pengerjaan siring di Kelayan, RS dan lainnya lagi,” katanya.
Windi juga menyebutkan, PUPR tahun ini telah mempersiapkan untuk rencana renovasi gedung Balai Kota Banjarmasin (Kantor Walikota) dengan bangunan hingga 8 lantai.
“Rp406 M ini Insya Allah tahun depan 2021 mulai dikerjakan. Tahun ini masih menyusun desain dan DEDnya,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















