DUA TAHUN Banjarmasin Gagal Raih Piala Adipura, Ini Alasan Gegaranya

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2024 - 23:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kota Banjarmasin secara beruntun hanya memperoleh Sertifikat Adipura, bukan piala  selama 2 tahun terakhir.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina meminta mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas DLH, Alive Yoesfah Love dengan alasan yang bersangkutan yang menerima penghargaan.

Dan,  Jumat (8/0/2024), Pemko Banjarmasin buka suara melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, Marzuki.

Marzuki mengatakan penyebab kegagalan Kota Banjarmasin meraih piala Adipura dan hanya mendapatkan sertifikat karena penilaian yang jatuh pada titik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.

Dari standar penilaian dengan angka 75, Kota Banjarmasin hanya meraih nilai 71.

“Kita kekurangan nilai di TPA, TPA tidak baik-baik saja, TPA ini sudah uzur seharusnya tahun 2020 lalu sudah full kata Marzuki.

Penyebabnya adalah tempat pembuangan akhir Basirih memakai sistem open dumping atau pembuangan secara terbuka, sementara dari tim penilai KLHK mengharuskan pengelolaan sampah dengan sanitary landfill.

Bentuk penilaian ini sangat sulit dipenuhi oleh Kota Banjarmasin karena lahan yang ada berupa lahan rawa-rawa atau dataran rendah.

Solusinya adalah melakukan penutupan di TPA dengan material tanah atau minimal dengan menggunakan terpal.

Menurutnya untuk mengatasinya adalah dengan memperbesar kapasitas TPA dari seluas 39,5 Hektar menjadi 42 hektar atau sekitar 4 hektar pada tahun 2023.

Namun, penambahan luas lahan ini sulit dilakukan karena adanya penolakan warga, banyaknya spekulan tanah hingga larangan pembangunan TPA baru.

Disebutnya dari 4 kriteria, yaitu pengelolaan sampah, RTH, TPA dan partisipasi masyarakat, memang TPA yang membuat nilai Adipura jeblok.

Baca Juga :   WARGA SIDODADI Dukung Hj. Lisa - Wartono, Jurkam: Jangan Pilih Kotak Kosong !

Selain itu, perlu ada pengelolaan air lindi dan peningkatan tutupan tanah kalau mau penilaian lebih baik.

Sebab yang dilakukan saat ini dengan memanfaatkan gas metan dan pembentukan rumah maggot belum cukup.

“Sejak 2023 lalu, kita telah berusaha untuk perbaikan, poin penilaian agar bertambah tapi semua belum cukup” ujar Marzuki.

Marzuki menyebutkan untuk meraih piala Adipura atau Adipura Kencana cukup sulit karena Kota Banjarmasin harus bersaing dengan kota-kota besar lainnya seperti Samarinda, Makassar, Yogyakarta, Bandung dan lainnya dengan persoalan yang kurang lebih sama.

Selain itu, produksi sampah Kota Banjarnasin cukup besar hingga 500 ton per hari, tidak bisa dibandingkan dengan Kota Banjarbaru dengan 100 ton per hari atau kota lainnya dengan produksi sampah kurang dari 50 ton per hari.

Namun, walaupun hanya meraih Sertifikat Adipura, Marzuki menyatakan pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin cukup baik dengan penghargaan sertifikat ini membuktikan pengelolaan sampah di sumber sampah cukup baik.

“Kekurangan kita cuma pengelolaan sampah di sisi hilir yaitu di TPA tidak ada proses keberlanjutan dan lingkungan sesuai persyaratan, seharusnya TPA hanya menampung residu dan sampah yang tidak bisa di olah lagi” kata Marzuki. (*/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa
MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara
DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan
PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin
MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:43

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35

MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:25

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:06

JADIKAN MURARAM Momentum Perubahan, Ini Ajakan dari Wabup Balangan

Berita Terbaru

Kalsel

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca