DUA GELOMBANG Pandemi Covid-19 Sudah Dijalani Kalsel

- Penulis

Selasa, 28 Desember 2021 - 23:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Beberapa hari lagi, tahun 2021 akan berakhir dan meninggalkan cerita menyedihkan dengan banyaknya penduduk yang menjadi korban pandemi Covid-19.

Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin memaparkan, pada tahun 2021, Kalsel sudah mengalami dua gelombang Covid-19.

Gelombang pertama berada dari Januari hingga Maret. Kedua dari Juli hingga September.

Ia menilai, kejadian pada kuartal pertama 2021 tersebut menyebabkan 12.740 penduduk terkonfirmasi Covid-19 dan 301 meninggal dunia.

Sedangkan ledakan pada kuartal ketiga yang disebabkan oleh varian Delta melonjak menjadi 33.363 kasus dan 1.300 kematian.

“Pengalaman dihantam varian Delta adalah yang situasi terburuk yang kita hadapi. Rumah sakit penuh akibatnya banyak warga yang terinfeksi dan memerlukan perawatan,” jelasnya.

Baca Juga  :

KALSEL SUMBANG 3 Kasus dari Sebaran 120 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Jika melihat data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, jumlah penduduk yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 dari 1 Januari hingga 27 Desember 2021 berjumlah 54.652 orang dengan kasus kematian sebanyak 1.806 orang.

“Jumlah tersebut masing-masing lebih besar 3,6 kali kasus konfirmasi dan 3,1 kali kasus kematian yang terjadi sepanjang tahun 2020,” ungkapnya

Melihat hal itu, ia menuturkan bahwa yang menyebabkan hal tersebut terjadi lantaran keterlambatan warga untuk datang ke RS dan terbatasnya ketersediaan oksigen menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian.

Baca Juga :   SALAH SATU Siswa SMK di Banjarmasin Dikeroyok

“Termasuk kematian yang terjadi di luar rumah sakit yang sebagian dialami kelompok lansia,” sambungnya lagi

Ia mengungkapkan, jumlah warga yang dikonfirmasi positif Covid-19 di kuartal ketiga tersebut mencakup 48 persen kasus Covid-19 di Kalsel.

“Sedangkan kasus kematiannya mencapai 54 persen, dari awal pandemi hingga 27 Desember 2021,” pungkasnya.

Ia membeberkan, Banjarmasin adalah wilayah yang paling besar jumlah kasus selama ledakan varian Delta tersebut.

Tercatat ada 6.407 kasus konfirmasi dan 325 kematian dalam 3 bulan. Hal ini disebabkan Banjarmasin merupakan kota paling besar, paling padat dan paling tinggi mobilitas penduduknya.

“Syukurlah dengan semakin baiknya penanganan pandemi melalui PPKM Level menggunakan standar asesmen WHO, kasus Covid-19 semakin menurun. Pada kuartal ke-4 tahun ini jumlah kasus konfirmasi di Kalsel turun drastis menjadi 484 dan meninggal sebanyak 32 orang,” imbuhnya.

Ia menerangkan, di penghujung tahun ini dunia tengah menyalakan lampu merah akibat penyebaran varian Omicron.

Besarnya kecepatan transmisi varian Omicron tersebut menjadi potensi ancaman. Terutama jika mobilitas penduduk saat ini tidak diperlambat, sehingga ada kemungkinan dari kasus impor menjadi transmisi lokal.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing
DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:02

SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:36

KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu

Berita Terbaru

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalsel, Kamis (18/6/2026) (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca