DUA Bersaudara Muslim Kolo-Yaya Toure Taklukkan Sepak Bola Eropa

- Penulis

Senin, 4 Mei 2020 - 19:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolo Toure dan Yaya Toure pernah satu klub di Manchester City. (AFP/ANDREW YATES)

SuarIndonesia – Kolo Toure dan Yaya Toure, dua muslim bersaudara yang pernah menaklukkan ketatnya persaingan di sepak bola Eropa.

Berasal dari negara yang pernah mengalami konflik, Pantai Gading, dua kakak adik itu adalah potret pesepakbola asal Benua Afrika yang tak kenal lelah. Mereka adalah potret dari pesepakbola muslim asal Afrika yang berhasil mengangkat keluarga keluar dari kemiskinan di Abidjan, kampung halaman dua pesepakbola itu.

Dilansir dari Life Bogger, Kolo dan Yaya merupakan anak pertama serta kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan Mory Toure dan sang istri.

Sang ayah hanya berstatus pensiunan tentara dan menjadi buruh tani. Sebagai anak sulung, Kolo berusaha membantu ekonomi sang ayah dengan menjadi tukang semir sepatu. Maklum, Mory kesulitan menafkahi anak-anaknya secara layak.

Yaya yang merupakan anak kedua, mengikuti jejak sang kakak dengan ikut menjadi penyemir sepatu.

Kolo kemudian mendapat kesempatan memperkuat salah satu akademi klub di Abidjan. Dia berhasil memperkuat klub profesional Pantai Gading, ASEC Mimosas.

Dari klub itu pula dia langsung dilirik salah satu pemandu bakat Arsenal. Seperti impian jadi kenyataan, Kolo naik derajat bisa memperkuat salah satu klub raksasa di Liga Inggris itu.

Ketika Kolo menempa diri di klub lokal, Yaya lagi-lagi terinspirasi untuk mengikuti jejak sang kakak. Dia juga mendapat kesempatan memperkuat klub lokal sebagai anak tangga pertama menuju sukses keluar dari kemiskinan.

Tak seperti sang kakak, Yaya harus menjalani petualangan ke klub-klub Eropa. Dari klub Liga Belgia Beveren, dia hijrah ke klub Liga Ukraina Metalurh Donetsk. Kemudian dia melanjutkan karier ke klub Liga Yunani Oympiakos Piraeus dan klub Liga Prancis AS Monaco hingga pernah bergabung ke klub elite Spanyol, Barcelona pada 2007 hingga 2010.

Setelah itu Yaya merapat ke klub kaya Liga Inggris, Manchester City, selama delapan tahun.

Yaya dan Kolo Toure merasakan masa kejayaan ketika memperkuat klub yang sama, Manchester City. Sang kakak lebih dahulu bergabung sebagai bek tengah pada 2009.

Kolo memang menjadi pembuka jalan bagi adiknya untuk merumput di Liga Inggris. Bek tengah itu kali pertama berkarier di Inggris dengan memperkuat Arsenal dari klub Pantai Gading, ASEC Mimosas, pada 2002.

Setahun setelah Kolo bergabung dengan Man City, Yaya yang berposisi sebagai gelandang menyusul kakaknya membela The Citizens. Kolo hengkang ke Liverpool pada 2013, sedangkan Yaya bertahan bersama Man City hingga 2018.

Sebagai muslim, mereka juga mencoba mempertahankan prinsip dalam ajaran agama Islam. Kolo Toure misalnya, dikenal sebagai pemuda masjid.

Dilansir dari The Guardian, Mory Toure mengatakan kedua anaknya, terutama Kolo Toure merupakan muslim yang taat. Khusus untuk Kolo, Mory mengatakan sang anak tak pernah jauh dari masjid.

Baca Juga :   GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Selama membela Man City, Kolo selalu aktif dalam kegiatan komunitas muslim di Masjid Stretford yang terletak tidak jauh dari markas Manchester United. Dia juga kerap terlibat dalam kerja-kerja komunal dan mendonasikan uang ke yayasan-yayasan di Pantai Gading.

“Kami adalah muslim yang taat. Dia rela melakukan apapun demi keluarganya dan tak akan pernah bersentuhan dengan obat-obatan terlarang dan minuman keras,” ujar Mory.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, juga pernah mengungkapkan kesan positif tentang Kolo.

“Dia memiliki kehidupan yang jernih, sangat jujur, dan selalu berada di rumah. Dia adalah tipe pria yang mementingkan keluarga,” ujar Wenger.

Kolo memang nyaris tak pernah disorot dengan pemberitaan yang kontroversial di luar lapangan. Mark Hughes, mantan pelatih Man City yang memboyong Kolo ke klub itu, menyebut Kolo sebagai seorang profesional yang baik.

Sementara itu, sang adik, Yaya berusaha menjadikan Kolo sebagai anutan di dalam dan luar lapangan. Sama dengan sang kakak, dia mencoba menjaga prinsip-prinsip ajaran Islam.

Salah satu cerita menarik adalah ketika Yaya terpilih sebagai Man of The Match usai membela Man City di Liga Inggris pada 2012. Yaya menolak pemberian sampanye dari rekan setimnya, Joleon Lescott.

Sampanye merupakan hadiah yang selalu diberikan kepada pemain berstatus Man of the Match. Meski demikian usai sesi wawancara, Yaya secara halus menolak pemberian itu.

“Saya tidak minum [minuman beralkohol] karena saya muslim. Jadi kamu simpan saja,” ujar Yaya kepada Lescott sembari tersenyum kemudian menepuk dada rekan setimnya itu dikutip dari Daily Mail.

Yaya dan sang kakak juga dikenal sebagai pemain yang tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan meski harus menjalani beratnya kompetisi di Eropa. Bagi mereka puasa justru semakin menambah kekuatan fisik asalkan dengan menu makanan bernutrisi.

“Saya sudah beberapa kali mengamati bahwa berkarier di sepak bola selama Ramadhan memang berat. Namun saya merasa semakin kuat karena kondisi mental saya mampu mengendalikan.”

“Tentu saja berat, namun ketika Anda percaya Tuhan, tidak ada yang mustahil,” ujar Kolo dikutip dari situs klub Liverpool.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang
JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia
BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:25

TERUS PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Terdata 129 Belum Ditemukan

Senin, 14 September 2026 - 12:14

JENAZAH Korban Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, 15 Penumpang Selamat Ikut Dievakuasi

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

KAGET DAPAT KABAR, Normalasari Berharap Saudaranya Bisa Ditemukan dalam Kondisi Sehat

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

SOAL Insiden KMP Virgo Transport 8, Menhub: Pemerintah Investigasi Secara Menyeluruh

Minggu, 13 September 2026 - 21:38

KECELAKAAN Kapal Virgo 8, DPRD Kalsel Ucapkan Duka Cita

Minggu, 13 September 2026 - 21:29

KESAKSIAN Penumpang Virgo Transport 8: “Kapal Miring Cepat tanpa Alarm sebelum Tenggelam”

Minggu, 13 September 2026 - 21:14

KPP BALIKPAPAN Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8

Minggu, 13 September 2026 - 19:36

MV HAIDA Sandar di Trisakti, Bawa 69 Penumpang Selamat

Berita Terbaru

Marc Marquez puncaki klasemen MotoGP 2026 usai menang race San Marino. (Foto: REUTERS/David W Cerny)

Internasional

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca