Kasus Siswa tak Berseragam, Dewan Akan Panggil Kepsek

Kasus Siswa tak Berseragam, Dewan Akan Panggil Kepsek

Suarindonesia – Dugaan kasus dikeluarkannya seorang siswa kelas IX SMPN 6 Banjarmasin oleh kepala sekolah lantaran gara-gara tidak memakai seragam pramuka saat masuk sekolah pada Jumat 31 Agustus 2018 lalu, kini mendapatkan sorotan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih.

Sri membeberkan bahwa pihak keluarga sudah melaporkan masalah tersebut ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan. Pihak DPRD Kota Banjarmasin merencanakan beberapa hari ke depan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, pihak sekolah SMPN 6 dan orang tua siswa bersangkutan, guna diselesaikan tanpa harus putus sekolah.

“Secepatnya kita agendakan untuk memanggil Disdikbud, kepala sekolah dan orangtua siswa,” pungkas Sri.

Ia mengaku baru mengetahui adanya dugaan kasus peserta didik kelas IX SMPN 6 Banjarmasin yang dikeluarkan dari sekolah lantaran salah mengenakan seragam sekolah. Akan tetapi, pihaknya belum melakukan ‘crooscheck’ terkait kepastian permasalahannya.

Menurutnya, apabila memang benar alasan dikeluarkan peserta didik tersebut hanya karena adanya tidak mengenakan pakaian seragam pramuka, tentu hal tersebut sangat disesalkan.

“Memang kepastian masalah perlu dikroscek, namun jika memang benar adanya, maka kepala sekolah sudah arogan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis(6/9/18).

Ia mengungkapkan ihwal ketika mendapat kabar terkait adanya salah seorang siswa kelas IX di SMPN 6 tersebut, Sri langsung menghubungi Kabid SMP Disdikbud Kota Banjarmasin.

Namun, dirinya kesulitan dan belum bisa mendapatkan klarifikasi dari Kabid SMP yang bersangkutan.

Akhirnya, Ia mengkonfirmasi masalah tersebut kepada Sekretaris Disdikbud melalui sambungan telepon. “Dia sangat geram dengan apa yang putuskan kepala sekolah SMPN 6 Banjarmasin,” jelasnya.

Menurut Sri, tindakan tersebut sungguh arogan dan mencederai dunia pendidikan. Ia meminta kepada Disdikbud memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah tersebut.”Jika faktanya demikian, berikan sanksi kepada kepsek sebagai sanksi terhadap perilaku arogannya kepada siswa,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi ke Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, H. Johanis tidak berada di kantornya. “Beliau lagi dipanggil oleh pihak dinas pendidikan,” ungkap seorang penjaga keamanan sekolah. (BY)

 222 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: