DIUSUL Penambahan Subsidi Angkutan Massal BRT

SuarIndonesia – Menyusul kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak)  jenis solar, subsidi angkutan massal bus rapid transit (BRT) Transbanjarbakula, diusulkan ditambah.

Saat ini biaya yang dibebankan kepada penumpang hanya Rp 6 ribu untuk satu kali naik dan turun.

Pemerintah pun harus mengeluarkan biaya menutup kekurangan dari tarif tersebut untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM).

“Selama ini kan operasional BRT disubsidi, karena adanya kenaikan harga BBM maka subsidi menjadi kurang. Tinggal dihitung berapa kekurangannya,’’ jelas Sekretaris Dishub Kalsel, M. Mirhansyah.

Subsidi sebelumnya untuk solar per liter harga Rp 5.150, sedangkan sejak 3 September terjadi keniakan harga solar menjadi Rp 6.800.

Otomatis dengan demikian maka subsidi tahunan yang diberikan pemerintah tidak lagi mencukupi, sehingga perlu ditambah.

“Dari hitung-hitungan kami selisih harga lama dan harga baru sekitar Rp 130 jutaan.

Jumlah itu yang kami usulkan agar subsidi BRT ditambah. Mudah-mudahan usulan kami dapat diterima, sehingga operasional BRT tetap seperti semula,’’ kata Mirhan.(RW)

 279 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.