SuarIndonesia – Program Pengembangan Desa, Kementrian Riset/Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dilaksanakan dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Albanjari (Uniska MAB).
Dr. Muzahid Akbar Hayat, Dr. H. Sanusi, dan Dr. Khuzaini, menelurkan produksi pengolahan eceng gondok menjadi kertas kreasi di Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar.
Lok Baintan ditetapkan sebagai Desa Sentra Kreasi Ilung, Selasa (3/11/2020).
Sentra Kreasi Ilung adalah inovasi dengan konsep pemberdayaan eceng gondok
mengutamakan pengembangan Sumber Daya Manusia, yaitu warga sekitar melalui kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Karang Taruna Sumber Daya Alam.
Ilung (eceng gondok) produk awal di tahun 2019 yang dihasilkan adalah kertas, amplop, kartu nama.
Kemudian, kantong kertas di tahun 2020 menjadi produk yang lebih kreatif dengan sentuhan pewarnaan sehingga mampu menghasilkan produk seperti lukisan dinding, figura kupu-kupu, kotak tisu, dan tempat alat tulis.
“Mimpi saya ilung dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan warga bisa direalisasikan melalui Program Pengembangan Desa Mitra.
Program ini bisa membantu masyarakat Desa Lok Baintan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian,” ujar Camat Sungai Tabuk, H.Ahmad Rabbani, saat meresmikan Desa Sentra Kreasi Ilung, di Dermaga Pasar Terapung Desa Lok Baintan.
Galeri Kreasi Ilung diharapkan menjadi daya tarik wisatawan, meningkatkan kegiatan produksi dan penjualan produk sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.
“Prgram pengolahan sampah eceng gondok menjadi kertas kreasi yang berdaya jual tinggi mendukung kesejahteraan masyarakat.
Melalui Pelatihan Pemanfaatan Eceng Gondok meningkatan keterampilan masyarakat desa dalam menghasilkan produk yang menarik dan bernilai jual untuk memudahkan pemasaran kepada wisatawan.
“Diharapkan akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat,” tambah Muzahid Akbar.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















