Suarindonesia- Setelah terendam banjir beberapa saat lalu kondisi Jalan Gubernur Syarkawi semakin memprihatinkan. Sebagian titik hampir tidak bisa dilalui kendaraan.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syauqi Kamal, menerangkan panjang Jalan Gubernur Syarkawi 27 kilometer (km). Saat puncak banjir beberapa saat lalu sepanjang 13 kilometer ruas tersebut terendam. Bahkan, sebagian terendam selama 7 hari.
“Terdapat 3 titik yang rusak parah karena banjir kemarin, yaitu di Km 6.900 dan Km 13.300. Akibat terendam berhari-hari dan sebagian kendaraan masih melintas maka kondisi badan jalan cukup parah. Terdapat beberapa titik yang sudah tidak ada lagi aspal sudah jadi jalan tanah,” ujarnya.
Ia menyatakan sudah terdapat beberapa lokasi yang ditangani dengan penimbunan batu besar, namun hilang karena terserah tanah. Kontrak kerjasama penanganan jalan tersebut dilaksanakan sebelum terjadinya banjir.
Kontrak kerjasama melakukan pemeliharaan dan rekonstruksi pada beberapa titik, namun dengan kondisi seperti saat ini disebut Syauqi, rekonstruksi akan diperbanyak.
“Penanganan sementara kami coba menimbun dan memperbaiki kerusakan. Yang masih ada lumpurnya dibuang dulu lalu ditimbun dengan besmos. Kami buka lajur sebelah dulu sembari satu lajurnya diperbaiki. Kami coba perbaiki sehingga titik bermasalah bisa dilalui. Ketika sebelah selesai dan sudah bisa dilalui kami kerjakan lagi sisi sebelahnya,” bebernya.
Dikatakannya, penanganan dilakukan sesuai kontrak kerja yaitu pembuatan cerucuk di sebagian titik dilanjutkan dengan geotekstil dan penimbunan. Ia juga menyatakan masih mempertimbangkan teknologi seperti apa yang akan diterapkan agar tidak terjadi lagi genangan air.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















