Suarindonesia – Pelaksanaan pembangunan Pemerintah Kota Banjarmasin era kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan Wakil H Hermansyah dituding stagan dan jalan di tempat. Bahkan selama ini hasilnya kurang tampak dan belum mampu mengurai kemacetan yang kini menjadi persaolan di ibukota Kalsel.
“Pelaksanaan pembangunan di Kota Banjarmasin ini terkesan jalan di tempat karena hanya mengandalkan mempercantik kota tanpa ada solusi yang berdampak pada meningkatnya perekonomian,’’ ucap Fazlur Rahman usai namanya mencuat menjadi bakal calon (Balon) Walikota Banjarmasin, di sela-sela Konferda PDIP Perjuangan, di Rattan In Banjarmasin, Senin (8/9/2019).
Ketua DPD KNPI Kalsel ini, menilai bahwa pembangunan di Kota Banjarmasin dalam pemerintahan sekarang belum ada terobosan yang langsung dirasakan masyarakat dan terpaku konsep tanpa memikirkan jalan keluar untuk mengangkat ekonomi warga Kota Banjarmasin.
“Seperti di kawasan Pal 1 itu kan banyak sekali potensi bangunan yang seharusnya menghasilkan PAD. Ini justru tidak menjadi apa apa, dan mengudang kamacetan,” ujar Fazlur kepada awak media setelah namanya disebut-sebut sebagai kadindat calon Walikota Banjarmasin.
Menurut Fazlur seharusnya Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan pembangunan dengan gagasan yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan ekonomi warga kota Banjarmasin dalam kurun waktu 5 hingga 50 tahun mendatang.
Pria yang juga merupakan seorang kader politikus PDIP ini menuturkan jika dirinya mendapat amanah dari partai untuk maju dalam Pilwali Banjarmasin 2020, ia akan melakukan pembangunan berbasis gagasan yang bertujuan membuat kehidupan masyarakat sejahtera.
“Saya salah satu kader yang direkomendasi kan oleh DPD PDIP Kalsel dalam beberapa waktu mendatang ingin membuat kajian tentang apa yang dibutuhkan oleh warga kota Banjarmasin,” ucapnya.
Fazlur menyebut kajian tersebut meliputi tentang pembuatan kantor pemerintahan terpadu di dalam satu kawasan terpadu, ia menginginkan letaknya di kawasan Sungai Andai yang ditembuskan ke Jalan Pramuka dengan mengandalkan infrastruktur handal berupa jembatan panjang.
Kajian berikutnya yang akan dilakukannya adalah terkait keinginannya untuk membentuk sebuah distrik bisnis terbaru di wilayah Banjarmasin Utara tepatnya di Kayutangi.
“Kita akan bangun mall baru supaya warga tidak tertumpuk di kawasan mall yang berada di Jalan A Yani saja,” ungkapnya.
Ia membeberkan yang ketiga pihaknya akan melakukan kajian terhadap pembangunan ring road yang tujuannya adalah agar tidak terjadi penumpukan kemacetan di tengah Kota Banjarmasin.
“Sebuah jalan dengan konsep ring road ini yang akan mengatasi kemacetan kemacetan di tengah kota kita seperti di Jalan Veteran, Kuripan dan sebagainya,” katanya.
Ia mengklaim sejumlah kajian tersebut merupakan contoh gagasan pembangunan yang berlandaskan asas peningkatan ekonomi warga. “Jadi pembangunan seperti ini lah yang kita harapkan, yang tidak kita temukan di lima tahun terakhir ini,” tutupnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















