70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret relawan karhutla sedang berjuang padamkan api di Kalimantan Barat. (Foto: HO-Relawan Pray for Kalimantan)

Potret relawan karhutla sedang berjuang padamkan api di Kalimantan Barat. (Foto: HO-Relawan Pray for Kalimantan)

SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya soal titik api yang harus dipadamkan. Di Kalimantan Barat (Kalbar), para relawan juga berhadapan dengan warga yang terjebak asap, anak-anak yang ikut terpapar hingga risiko kesehatan mereka sendiri setelah berhari-hari turun ke lapangan.

Selama lebih dari 70 hari, relawan Pray for Kalimantan berjibaku menangani karhutla di Kubu Raya, Kota Pontianak, Ketapang hingga Kayong Utara. Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi mereka terjadi ketika seorang warga menelepon meminta bantuan karena lahan di belakang rumahnya terbakar, sementara di dalam rumah terdapat bayi.

Peristiwa itu diceritakan relawan Pray for Kalimantan, Asrul Putra Nanda. Kala itu sekitar pukul 23.00 WIB, laporan dari warga di Parit Demang Ujung, Kota Pontianak masuk ke tim. Warga meminta pertolongan karena tidak tahu harus membawa bayinya ke mana di tengah kepungan asap.

“Bang, kami punya bayi. Di belakang dapur atau belakang lahan rumah kami terbakar. Kami tidak tahu harus ke mana,” kata Asrul menirukan ucapan warga yang hendak ditolongnya.

Asrul bersama rekan sesama relawan lain kemudian bergerak ke lokasi. Api terlihat cukup besar, sementara asap mengepung rumah warga pelapor.

“Di situ saya merasa bahwa bukan hanya lahan terbakar yang harus kita pikirkan. Ada bayi, balita, dan anak-anak yang terpapar asap akibat kebakaran lahan. Mereka sebenarnya tidak tahu harus mengadu ke mana,” cerita Asrul, sebagaimana dilansir dari detikKalimantan.

Potret relawan karhutla sedang berjuang padamkan api di Kalimantan Barat. (Foto: HO-Relawan Pray for Kalimantan)

Saat itu, cerita Asrul, tim memadamkan api di samping dan belakang rumah warga hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Menurut Asrul, evakuasi juga tidak sederhana karena saat itu hampir seluruh wilayah terdampak kabut asap dan kualitas udara berada dalam kondisi yang membahayakan.

“Kita hanya bisa memastikan api yang berada di samping maupun di belakang rumah mereka bisa kita padamkan,” ujarnya.

Kisah dan tantangan lainnya, ketika titik api berada jauh dari akses terdekat. Asrul mengatakan, titik api terjauh yang pernah mereka tangani berjarak sekitar 400-500 meter. Dengan panjang satu selang sekitar 20 meter, relawan membutuhkan sekitar 30-40 selang untuk mencapai lokasi karhutla dengan sumber air.

Baca Juga :   PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 Diperluas ke Kalteng-Kalbar dan Jawa

“Selang harus dibawa dan dihamparkan satu per satu menuju titik api,” katanya.

Setelah api padam, pekerjaan belum selesai. Relawan yang sudah kelelahan masih harus menggulung seluruh selang dan membawanya kembali.

“Setelah api padam, teman-teman yang sudah letih masih harus menggulung seluruh selang dan membawanya kembali,” katanya.

Evakuasi Hingga ke Taman Nasional

Asrul mengatakan, relawan bergerak berdasarkan laporan dan kebutuhan pemadaman, tanpa membedakan siapa pemilik lahan yang terbakar.

“Kami tidak pernah melihat ini lahan siapa, punya siapa, apakah perusahaan, konsesi, atau lainnya. Kami tidak pernah melihat itu,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang pernah didatangi Asrul adalah Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya sektor dua. Di kawasan tersebut, ia melihat dampak kebakaran bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga satwa yang berada di dalamnya. Orang utan, bekantan, monyet dan satwa lainnya ikut menghadapi ancaman kebakaran.

“Saya menyaksikan sendiri dan menemukan bahwa satwa-satwa tersebut terlihat seperti panik menghadapi kondisi kebakaran saat itu,” tuturnya.

Selama lebih dari dua bulan, para relawan bergerak mengikuti laporan kebakaran. Sehingga para relawan juga harus memastikan logistik dan kesehatan tetap terjaga. Tim gabungan menyiapkan makanan, vitamin, buah-buahan, kebutuhan medis hingga ambulans.

“Yang sebelumnya hanya makan mi instan bisa mendapatkan makanan lainnya, vitamin, buah-buahan, dan kebutuhan lainnya,” kata Asrul.

Selama bertugas, sejumlah relawan mengalami gangguan kesehatan. Ada yang pingsan dan mengalami luka. Per Kamis (1/10/2026), relawan di Pontianak dan Kubu Raya sedang diistirahatkan. Mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Sementara tim di Ketapang dan Kayong Utara masih bergerak.

“Teman-teman di lapangan hari ini masih berjibaku di Ketapang. Kalau di Kayong Utara, kita menjaga titik api di Bukit Peramas,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
ANGGOTA DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Tanam Sawit
TERJEBAK Diperkebunan Sawit, Mama Lifa dan Lifa Diselamatkan
BNPB: Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:01

TERSISA 55 Korban KM Virgo Belum Ditemukan, Kini Tim Optimalkan Penyisiran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:40

KABAKARAN di Gang Damai, Dua Rumah Terdampak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:33

TERJADI BERUNTUN Karhutla di Kawasan Tambikar Kanan Perbatasan Banjar-Banjarmasin

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53

KEBAKARAN LAGI di Kompleks DPR Banjarmasin Barat, Terekam CCTV Sebelum Berkobar Ada Sosok Pria di Lokasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Berita Terbaru

Kalsel

KABAKARAN di Gang Damai, Dua Rumah Terdampak

Sabtu, 3 Okt 2026 - 21:40

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca