DIPERPANJANG PPKM Mikro, Machli Sebut Kasus Covid Menurun

- Penulis

Kamis, 25 Februari 2021 - 22:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Jubir Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa pihaknya bakal memperketat PPKM berskala mikro yang kembali diperpanjang hingga 8 Maret mendatang.

Lantas, seberapa efektif kah penerapan PPKM mikro yng dilakukan oleh Kota Banjarmasin? Mengingat setiap harinya, angka kasus terkonfirmasi positif terus bertambah. Hal itu terlihat dalam rilis data Satgas Covid-19 Provinsi Kalsel yang dikeluarkan di setiap harinya.

Terkait hal itu, Machli menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengevaluasi PPKM mikro sebelumnya yang diakuinya masih terdapat beberapa kekurangan.

“Tapi kekurangan itu akan kita atasi dengan tambal sulam, disempurnakan dengan PPKM berikut ini. Yaitu, dengan menunjuk Camat sebagai koordinator di masing-masing kecamatan dalam penerapan PPKM mikro,” ucapnya, pada Rabu (25/02/2021) siang di Balai Kota.

Pria dengan sapaan Machli itu menekankan, camat itulah yang bakal menangani wilayahnya dalam penerepan PPKM mikro. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes), menurutnya mengkoordinir kegiatan-kegiatan yang berskala makro.

“Karena ini skalanya mikro, penguatan terhadap sosialisasi dan penegakan hukum. Itu sebenarnya poin yang bisa kita laksanakan di Kota Banjarmasin,” tambahnya.

Apakah tetap melibatkan personel TNI, Polri dan lainnya nantinya? Machli memastikan bahwa hal itu tetap dilakukan. Lelaki yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, itu juga mengatakan bahwa PPKM sendiri nantinya tetap dilaksanakan razia-razia penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan (Prokes).

Lantas bagaimana dengan peta zonasi terkait penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin? Machli menjelaskan, zonasi itu berdasarkan diktum kedua Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmen) Nomor 4 tahun 2021, dijelaskan bahwa ada empat zonasi.

Menurut Machli berskala mikro itu berarti penerapan zonasinya berlaku di tingkat Rukun Tetangga (RT). Untuk itu dirinya mengaku sudah memaparkan bahwa di Kota Banjarmasin, ada dua kelurahan yang zonasi RT-nya berwarna oranye.

“Jadi skala untuk zonasi itu tidak dalam bentuk tingkat Kelurahan seperti sebelumnya. Tetapi berskala tingkat RT,” bebernya.

Alasan itulah yang dipakainya mengapa tidak bisa mempublishnya ke akun media sosial. Khususnya di instagram resmi milik Dinkes Kota Banjarmasin.

“Banyak sekali jumlah RT. Satu kelurahan saja, bisa sampai 50 RT. Kita bisa bayangkan kalau itu dibuat grafik, si pembuat grafik kerepotan membuatnya,” keluhnya.

Terkait zonasi, Machli merincikan bahwa kini ada empat zonasi. Pertama, zona merah, indikasinya apabila dalam sebuah RT ada lebih dari sepuluh rumah yang terkonfirmasi positif.

Zonasi oranye, apabila dalam sebuah lingkungan RT ada enam sampai sepuluh rumah yang terkonfirmasi positif. Sedangkan apabila dalam satu RT ada satu sampai dengan lima rumah yang terkonfirmasi positif, maka zona RT itu berwarna kuning.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

“Zona hijau, ketika dalam satu RT tidak ada orang yang terkonfirmasi positif,” rincinya.

Ketika ditanya mengenai apakah ada RT yang statusnya menjadi zona merah, Machli menegaskan bahwa tak ada.

“Di Kota Banjarmasin tak ada yang zonasinya merah. Yang ada oranye. Ada tiga RT, salah satunya RT 39 di Kelurahan Kuripan. Selebihnya zona kuning dan hijau. Lebih banyak hijaunya,” klaimnya.

Adapun skenario dalam penanganannya, khusus di zonasi tingkat oranye pihaknya merekomendasikan pengetatan terhadap kegiatan keagamaan. Misalnya kegiatan haul, sebaiknya menurutnya ditiadakan.

“Karena risiko penularannya cukup tinggi,” imbaunya.

Kemudian, bagi warga yang di lingkungan RT itu hendaknya melakukan kontrol pengawasan terhadap orang-orang yang melakukan isolasi mandiri.

“Siapa yang bertugas? Tentu yang pertama adalah Ketua RT, tokoh masyarakat kemudian para pemuda di sana. Harus membangun kepedulian,” tegasnya.

Apabila tidak seperti itu, Machli mengatakan bahwa COVID-19 tak bakal bisa dikendalikan.

Machli pun menekankan, bila dalam pelaksanaannya RT merasa menemui kendala, maka RT yang bersangkutan bisa melaporkannya ke Tim Satgas tingkat Kelurahan atau Posko di Kelurahan.

“Melibatkan Babinsa atau Bhabinkamtibmas. Sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, menjawab terjadinya tren pertambahan kasus yang dituding kian meningkat setiap harinya, Machli mengatakan bahwa perkembangan kasus di Kota Banjarmasin sebenarnya bukanlah meningkat.

“Kasus di Banjarmasin itu menurun. Puncak tertinggi penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin itu tanggal 15 Februari,” bebernya.

Menurut data yang ada padanya, Machli mengatakan pada tanggal tersebut angka paling tinggi di Kota Banjarmasin mencapai 530 kasus aktif.

“Kami pantau 14 hari sampai dengan 23 Februari, turun menjadi 349 kasus aktif. Jadi, sebenarnya grafik Banjarmasin itu bukan meningkat tapi menurun,” tukasnya.

Machli menjelaskan bahwa perkembangan kasus terkonfirmasi positif saat ini bisa dibilang fluktuatif. Ia mengakui, sehari kasus yang bertambah bisa sampai 30 kasus, 50 kasus dan menurutnya hal ini juga harus diimbangi dengan jumlah warga yang sehat alias sembuh.

“Kasusnya meningkat untuk yang baru, sembuhnya pun juga tinggi. Jadi Banjarmasin, angka kesembuhannya tinggi,” tandasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa
MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara
DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina
POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan
PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:43

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35

MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:25

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:57

PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Berita Terbaru

Kalsel

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca