SuarIndonesia – Pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), pastikan satwa anjing ‘huru-hara’ atau yang biasa dibawa serta digunakan untuk penghalau keributan massa, tak tertular penyakit rabies.
Diketahui, seorang istri Polisi berjuang lepaskan cengkraman, anjing pelacak dan penghalau massa sangat terlatih di lingkungan Mapolda Kalsel, yang menyerang dan menggigitnya, Selasa (17/12) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA.
Itu ketika masuk berjalan pada bagian depan pintu masuk utama Mapolda di Jalan S Parman Banjarmasin.
Di lokasi dengan penjagaan sejumlah anggota Dit Samapta, baik di pos maupun yang duduk di luar pos yang sertakan anjing.
Korban Ny Leni, yang akbab disapa Eni, salah satu PNS Polri di Mapolda Kalsel yang bertugas di Dit Samapta.
Ia, diketahui sebagai istri salah satu perwira menengah di jajaran Mapolda Kalsel yakni Kompol Suharso, sekarang bertugas sebagai Kabag Sunda di Polres Batola.
“Semua saat itu juga sudah ditangani tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara, baik disuntik antibiotik, anti rabies dan jahitannya juga ada satu,” kata Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Erwinn ZH MARS MH Kes, kepada wartawan, Rabu (18/12).
Dikatakan, satwa yang dimiliki Unit Satwa (K-9) Direktorat Samapta Polda Kalsel ini, selalu diperiksa kesehatannya.”Dipastikan, semua baik-baik saja,” ucapnya.
Ditanya jika satwa jenis itu tertular rabies, biasanya lanjut Kabid Dokkes, untuk penularan rabies bisa langsung dengan kaku pada bagian leher korban.
“Itu beberapa jam setelahnya. Tapi ini, aman dan lukanya satu jahitan,” bebernya.
Disampingi itu pula yang ia ketahui, gigi pada satwa dipangkur jadi tidak tajam dan pula anjing ini, yang bukan pemangsa. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















