Dinkes Balangan Perkuat Upaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

- Penulis

Kamis, 20 Februari 2025 - 18:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kelas ibu hamil di Kabupaten Balangan. - Foto: Mc.Balangan

Salah satu kelas ibu hamil di Kabupaten Balangan. - Foto: Mc.Balangan

Suarindonesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan terus berupaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan berbagai program strategis, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan dan edukasi bagi ibu hamil.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Balangan, Hj Ainun Farida, menyebutkan sepanjang 2024, pihaknya telah menggelar 115 kelas ibu hamil di puskesmas-puskesmas setempat. Program ini didanai melalui APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa.

“Kelas ibu hamil ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan, serta melakukan deteksi dini terhadap risiko yang dapat terjadi selama kehamilan,” ujar Ainun, Selasa (18/2/2025).

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan menurunnya angka kematian ibu di Balangan. Menurut JF Administrasi Kesehatan Ahli Muda Dinkes Balangan, Maya Sari, AKI berhasil ditekan dari tujuh kasus pada 2021 menjadi hanya dua kasus pada 2024.

Namun, tren AKB masih fluktuatif. Data menunjukkan bahwa angka kematian bayi sempat turun dari 30 kasus pada 2021 menjadi 18 kasus pada 2022, namun kembali meningkat menjadi 25 kasus pada 2024.

Baca Juga :   BANK VICTORIA Jakarta Kunjungi Bank Kalsel, Perkuat Kerja Sama dan Pengembangan Bisnis

“Sebagian besar kematian ibu terjadi pada masa nifas, sehingga kami memperkuat layanan kesehatan pasca-persalinan untuk mengurangi risiko kematian,” kata Maya.

Ia menambahkan penyebab utama kematian bayi berasal dari faktor endogen, seperti kelainan bawaan, serta faktor eksogen yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.

Melihat kondisi ini, Dinkes Balangan terus berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan ibu dan bayi melalui program berkelanjutan guna menekan angka kematian lebih lanjut.(ADV/RJ)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PAMOR Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Rp64,45 Triliun
GERMAS Ceria 2026 di HST Perkuat Generasi Muda Sehat dan Berkarakter
MENAG Nasaruddin Umar Ajak Masyarakat Kalsel jaga Persatuan dan Alam
DIAJAK Wagubn Kalsel Perkuat Persatuan pada Tabligh Akbar di Sabilal Muhtadin
RATUSAN Kontingen Pramuka Kalsel Siap Harumkan Banua di Jambore Nasional XII
DIPERKUAT Bangun Banua Transparansi Lewat Dialog Terbuka Bersama Insan Pers
DIPIMPIN Sekdaprov Kalsel Visitasi Kepemimpinan Nasional ke Jawa Timur
TPID Kalsel Optimistis Pengendalian Inflasi Mulai Membuahkan Hasil

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:19

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:26

INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:17

GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:36

JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:18

LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca