SuarIndonesia – Layanan tanpa turun (lantatur) dari kendaraan bermotor adalah istilah pelayanan untuk memanjakan konsumen. Lebih kerennya lagi, layanan ini biasanya disebut drive-thru.
Lantatur biasanya dipakai mengambil uang di ATM dan pesan makanan minuman di rumah makan atau restoran. Nasabah langsung bisa ambil uang tanpa turun dari kendaraan. Begitu pula konsumen yang melakukan pesan bungkus tak perlu repot-repot turun dari kendaraan. Hanya perlu duduk manis sambil menunggu pesanan selesai dan bisa dibawa pulang.
Nah, Lantas bagaimana jika lantatur ini diaplikasikan untuk pelayanan lain? Misal untuk penanganan kesehatan.
Rabu (24/06/2029) kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin mencobanya di kawasan Nol Kilometer Jalan Jendral Sudirman, Rabu (24/06/2020).
Tindakan ini boleh dibilang agak sedikit nekat. Pasalnya yang ditangani kali ini bukan penyakit biasa. Tapi melainkan pasien suspek COVID-19 atau virus corona.
Sedikitnya ada seribu orang yang menjalani pengambilan sampel uji swab dengan sistem lantatur ini. Mereka merupakan warga yang sebelumnya mengikuti rapid test dan hasilnya dinyatakan reaktif.
Para warga ini harus mengantri di atas kendaraan masing-masing. Kemudian lendir tenggorokan mereka diambil oleh tenaga medis yang sudah menunggu lengkap dengan alat pelindung diri (APD).
“Ada seribu orang dari target lima ratus sehingga akhirnya panjang sekali,” ucap Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Percepatan Penanganan CoVID-19 di sela kegiatan.
Teknis pengambilan sampel uji swab sengaja dilakukan untuk menghemat waktu, mengingat jumlahnya begitu banyak. Di sisi lain penanganan yang dilakukan juga sedang adu cepat dengan penularan.
“Sampai hari ini sudah ada 1.184 orang yang terkonfirmasi positif,” beber Machli.
Lebih lanjut Machli mengatakan, bahwa pengambilan sampel uji swab massal ini sebagai salah satu upaya penemuan puncak penularan yang saat ini terjadi di Banjarmasin.
“Ini hasil treking teman-teman di puskesmas. Sehingga setelah ini kita evaluasi lagi,” katanya.
Lebih lanjut, sampel uji swab kali ini juga tak hanya dikirim ke laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Ansari Saleh dan BBTKLPP Banjarbaru, akan tetapi juga rencananya dikirim ke Labkes Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat.
“Sebagian sampel ini juga bakal dikirim ke sana (Padang, red) dan hasilnya nanti dikirim via email. Dengan estimasinya sekitar lima hari,” ungkapnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















