DANAU ASAM, si Hitam Rupawan dari Kobar

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 23:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Asam Kotawaringin Barat Kalteng. (Foto: Google Maps/Dwi Cahyo Novianto)

Danau Asam Kotawaringin Barat Kalteng. (Foto: Google Maps/Dwi Cahyo Novianto)

SuarIndonesia — Danau Asam yang juga dikenal sebagai Embung Danau Asam merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Memiliki luas lebih dari 110 hektare, danau ini resmi dibuka pada 2021.

Selain sebagai embung konservasi, danau ini memiliki pemandangan eksotis dengan suasana hutan hujan tropis. Simak apa saja daya tarik wisata, kondisi ekologi, hingga lokasi dan rutenya.

Daya Tarik dan Keunikan Danau Asam

Danau Asam memiliki keunikan yang menjadikannya berbeda dari danau lain di Kalimantan Tengah. Berikut sederet daya tarik dan keunikan Danau Asam yang dirangkum dari situs Pemprov Kalteng, Pemkab Kobar, dan ulasan Google Maps:

  • Air kehitaman dan terasa masam: ciri khas ini memberi kesan eksotis sekaligus menjadi identitas utama danau.
  • Vegetasi semi akuatik: tumbuhan yang tumbuh di sekitar danau menambah keindahan lanskap alami.
  • Potensi wisata memancing: setelah adanya restocking ikan lokal seperti betok/papuyu, haruan/gabus, gurame/kaluy, dan patin, danau ini menjadi lokasi favorit untuk aktivitas memancing.
  • Suasana hutan hujan tropis: lingkungan sekitar yang masih asri menghadirkan pengalaman wisata alam yang menenangkan. Beberapa waktu lalu juga dilakukan penanaman pohon buah dan kayu, seperti rambutan, lengkeng, dan mahoni, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
  • Pemandangan sore yang eksotis: suasana alam dan danau akan semakin eksotis ketika sore hari, yakni saat matahari tenggelam dengan nuansa langit jingga.

Kondisi Ekologi Danau Asam

Danau Asam memiliki kondisi ekologis yang sangat penting sebagai kawasan konservasi dan ekowisata di Kotawaringin Barat. Danau ini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna semi akuatik yang khas Kalimantan Tengah.

Baca Juga :   LESTARIKAN Mandau Melalui Pameran Warisan Budaya

Upaya restocking ikan lokal yang dilakukan pemerintah daerah bertujuan untuk menjaga kelestarian populasi ikan air tawar seperti betok, haruan, gurame, dan patin, yang sekaligus mendukung aktivitas memancing sebagai daya tarik wisata.

Selain itu, danau ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku dan penyangga banjir, sehingga memiliki peran ekologis yang vital bagi lingkungan sekitar. Kegiatan penanaman pohon buah dan kayu di sekitar danau semakin memperkuat fungsi ekologis dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, Danau Asam tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai ekologis yang tinggi sebagai bagian dari upaya pelestarian alam di Kalimantan Tengah.

Lokasi dan Rute

Lokasi Danau Asam berada di Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Daerah terdekat dari danau ini adalah Pangkalan Bun (Kobar) dan Nanga Bulik (Lamandau).

Dari Pangkalan Bun, jarak yang harus ditempuh sekitar 44,1 kilometer dengan waktu perjalanan kira-kira 1 jam 1 menit. Rute utama yang dapat diikuti adalah mulai dari Pangkalan Bun dan terus mengikuti Jalan Pangkalan Bun menuju Embung Danau Asam Kotawaringin Lama.

Melansir dari detikKalimantan, jika berangkat dari ibu kota Lamandau di Nanga Bulik, jarak yang harus ditempuh lebih jauh, yaitu sekitar 74,2 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 52 menit. Rute utama dari Lamandau adalah mengikuti Jalan Penopa – Kujan yang akan membawa Anda langsung ke Embung Danau Asam Kotawaringin Lama. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin
SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca