LESTARIKAN Mandau Melalui Pameran Warisan Budaya

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pameran Warisan Budaya Mandau Penyang Pambelum di Museum Kayu Sampit, Jumat (10/10/2025). (ANTARA/Devita Maulina)

Suasana Pameran Warisan Budaya Mandau Penyang Pambelum di Museum Kayu Sampit, Jumat (10/10/2025). (ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalselteng bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berupaya melestarikan mandau salah satunya melalui penyelenggaraan pameran warisan budaya.

“Pameran warisan budaya yang bertema ‘Mandau Penyang Pambelum’ ini dirancang untuk melestarikan, memperkenalkan dan menghidupkan kembali pemaknaan mandau sebagai warisan budaya yang diwariskan turun-temurun,” kata Ketua Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalselteng Riris Purbasari di Sampit, Jumat (10/10/2025).

Pameran Warisan Budaya “Mandau Penyang Pambelum” dipusatkan di Museum Kayu Sampit selama dua hari, yakni 10-11 Oktober 2025.

Mandau dikenal bukan hanya senjata tetapi juga simbol kehormatan keberanian dan identitas masyarakat Dayak.

Dalam setiap bilahnya tersimpan cerita perjuangan kearifan lokal dan keindahan seni ukir khas Kalimantan Tengah.

Melalui rangkaian kegiatan pameran lokakarya, bincang wicara, dan pentas budaya, masyarakat diharap dapat memahami mandau bukan sekadar benda, tetapi jiwa dari kebudayaan Dayak yang layak dijaga keberadaannya di tengah modernisasi.

“Kebetulan ada rencana strategis dari Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan pengusulan mandau sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) dunia,” tutur Riris dilansir dari AntaraNews.

Namun, hal itu baru dalam tahap penyusunan pengajuan sehingga nantinya perlu dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk bisa mewujudkan dan membawa mandau itu sebagai warisan budaya tak benda peringkat dunia.

Baca Juga :   WARGA KOBAR Keluhkan Sulitnya dapat BBM

“Mudah-mudahan pameran ini sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengajuan mandau sebagai Intangible Culture Heritage yang diakui oleh UNESCO. Dukungan kita semua tentu akan sangat berarti dalam proses tersebut,” kata Riris menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya
TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut
KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging
MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim
OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca