SuarIndonesia — Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, membeberkan hasil pengusutannya.
Kepala DP3A Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi pun membeberkan bahwa kasus itu sudah selesai ditangani.
Iwan menuturkan, sepekan yang lalu, pihaknya bersama Lurah Sungai Baru, Camat Banjarmasin Tengah, hingga instansi terkait, seperti misalnya Satpol PP dan aparat kepolisian, sudah menggelar pertemuan dengan orang tua si anak.
“Kami undang orang tuanya, Alhamdulillah mau datang. Lokasi pertemuan di kantor DP3A,” ucapnya Jumat (10/12/2021).
Ia mengaku, penanganan yang dilakukan pihaknya tersebut adalah dengan cara pendekatan, mulai dari memberikan nasehat hingga edukasi.
“Agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Alhamdulillah, orang tua yang bersangkutan mau menurutinya. Dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya,” tambahnya.
Lantas bagaimana jika ternyata yang bersangkutan nekat mengulangi perbuatannya?
Terkait hal itu, Iwan menegaskan bahwa jika memang terulang kembali, kemungkinan pihaknya akan menyerahkan langsung persoalan itu ke aparat berwenang.
Baca Juga :
VIRAL VIDEO Kekerasan terhadap Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtuanya
“Biar bagaimanapun, kami berupaya sedapat mungkin agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya,” tuntasnya.
Seperti diketahui, dugaan eksploitasi anak kerap terjadi di Kota Banjarmasin. Tengok saja pengemis yang biasa mangkal di perempatan jalan, yang sambil menggendong bocah kecil itu.
Sayang, kondisi ini terkesan luput dari perhatian Pemko Banjarmasin.
Belakangan, tepat pada bulan November lalu, persoalan itu menjadi perhatian lantaran beredar foto dan video berdurasi 12 detik viral di media sosial.
Dalam video, seorang perempuan tampak hendak membopong seorang bocah. Tapi, si bocah tampak berontak dan berteriak histeris.
Saat hendak membopong si bocah, perempuan tadi tampak dibantu seseorang yang mengenakan sarung. Seorang warganet pun menuturkan kronologinya.
Bocah itu, rupanya dipaksa disuruh mengemis oleh perempuan dan seseorang bersarung tadi, yang tak lain, adalah kedua orang tuanya.
“Bila tidak mau, si anak pasti dipukuli,” tulis warganet.
Tidak hanya itu, di malam hari, menurut keterangan warganet tadi, orang tua bocah itu juga membawa anaknya yang lain untuk mengemis di pertigaan lampu merah, tak jauh dari gedung PDAM Bandarmasih.
Tak ayal, unggahan video beserta keterangan warganet itu sudah diposting setidaknya dua akun instagram. Dan sudah ditonton ratusan kali.

Di sisi lain, jauh sebelum video itu viral. Salah seorang warga berinisial EL, mengeluhkan kondisi seorang bocah di bawah umur tampak duduk berselonjor sembari menunggui dagangan kue.
Lokasinya, di trotoar Jalan Ahmad Yani Banjarmasin, kilometer 2.
Dituturkannya, bahwa ia kerap melihat bocah itu sedang duduk, menunggui dagangan kuenya.
“Saya kira, ada ibu atau orang tua yang nungguin. Tapi ternyata tidak ada,” jelasnya, ketika dihubungi Radar Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Yang lebih membuat hatinya teriris, ketika melihat si bocah di tempat yang sama, hujan-hujanan sembari masih menunggu dagangan kuenya. Tanpa ada yang memayungi atau pun memasangkan pelindung di tubuh sang bocah.
Geram dengan kondisi itu, EL pun lantas memilih memotret kondisi bocah itu dari belakang, lalu menguploadnya ke media sosial.
Tak disangka, ada banyak tanggapan. Bahkan sejumlah warga juga mengirimkan pesan ke media sosialnya. Lantas, memberikan informasi di mana lokasi si bocah itu tinggal, hingga kondisi yang kerap dialami si bocah.
“Mereka yang mengirim pesan ke saya itu, ada yang mengaku bertetangga dengan si bocah,” tambahnya.
“Saya bingung mau melapor kemana. Saya hanya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat. Bocah seperti itu juga layak mendapat perhatian khusus,” tekannya.
EL pun menjelaskan, ketika video itu viral, ia mendapatkan informasi bahwa dinas terkait langsung mendatangi kediaman di anak di kawasan Jalan Pekapuran A. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















