Cegah Pernikahan Dini

Cegah Pernikahan Dini

Suarindonesia – Perkawinan dini atau anak usia sebelum 18tahun merupakan sebuah pelanggaran atas hak anak untuk berkembang.

Hal ini diutarakan Kepaka Dinas Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak (DP3A) Kalsel, Hj Husnul Hatimah di sela kampanye cegah pernikahan dini di kawasan Car Free Day (CFD) Banjarmasin, Minggu (9/12).

Perkawinan dini berdampak pada perkembangan anak.Anak-anak  rentan terhadap kehilangan hak pendidikan, kesehatan, gizi, mengalami kekerasan, eksploitasi, dan terancam kehilangan kebahagiaan masa anak – anak.

“Perkawinan anak berdampak pada psikologis, mental, dan kekerasan terhadap anak. Bagi anak laki–laki perkawinan anak berdampak buruk, tetapi bagi anak perempuan berdampak lebih buruk lagi,” jelasnya.

Husnul menghimbau masyarakat agar bekerja sama dalam upaya pencegahan pernikahan anak,karena keluarga memiliki peranan penting dalam pencegahan ini.

“Marilah bersama untuk mencegah pernikahan di usia anak, anak adalah generasi penerus bangsa,” himbaunya.

Kampanye pencegahan anak usia dini dilakukan dengan membentangkan spanduk dan tulisan penolakan.

Berbagai tulisan dibentangkan, di antaranya “Jangan rampas hak kami untuk bahagia di usia muda” dan “stop perkawinan anak”.

Kampanye ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmenpencegahan perkawinan anak.

Dimulai dari Kepala DP3A Kalsel, Ketua OmbudsmanKalsel, Noorhalis Majid, Kepala DP3A Kota Banjarmasin, kemudian diikuti oleh para peserta CFD.(RW)

 365 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: