SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng), Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat di provinsi tersebut agar mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir pada tiga hari mendatang.
“Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng,” kata Prakirawan BMKG Kalteng Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Muhamad Ihsan Sidiq di Palangka Raya, Senin (2/3/2026).
Dia menerangkan wilayah Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng, lanjutnya, juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut, antara lain berupa genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Dia menerangkan sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).
“Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” katanya.
Namun kelembapan udara tidak cukup basah di beberapa wilayah, sehingga menurunkan potensi terjadinya hujan di sebagian Kalteng. Labilitas lokal kuat juga mendukung proses konvektif pada skala lokal yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kalteng.
Muhamad Ihsan mengatakan pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.
Lebih lanjut dikatakan umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius. Kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari barat–timur dengan kecepatan berkisar antara 5–20 km/jam.
“Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung,” kata Ihsan Sidiq, dilansir dari AntaraNews.
Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.
“Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung,” kata Muhamad Ihsan.
Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.
Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















