BERSIAP Hadapi Karhutla

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025 - 20:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam. (ANTARA/Devita Maulina)

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam. (ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap dilaksanakan, meski musim kemarau tahun ini relatif basah dengan masih adanya curah hujan.

“Menyikapi fenomena yang terjadi belakangan ini kami dari BPBD Kotim tetap melakukan kesiapsiagaan, seluruh unit posisinya juga sudah kami laporkan ke Bupati dan Kapolres, sehingga apabila ada kejadian sudah dalam posisi siap pakai, siap guna,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Rabu (2/7/2025).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, Kotim mulai memasuki musim kemarau pada dasarian Juni lalu, khususnya untuk wilayah selatan.

Namun awal musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Apalagi, kata dia, berdasarkan analisa BMKG terdapat fenomena siklon di sejumlah daerah yang memicu terjadinya hujan di lokasi-lokasi tertentu, termasuk wilayah Kota Sampit dan sekitarnya yang belakangan terpantau masih sering hujan.

“Seiring berjalannya waktu sampai dengan sekarang 1 Juli intensitas hujan sudah mulai menurun, tetapi tidak menutup kemungkinan pada periode-periode tertentu di musim kemarau ini akan ada gangguan cuaca lagi yang mengakibatkan terjadinya hujan,” ujarnya.

Multazam mengatakan kemunculan embun atau kabut ketika pagi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kota Sampit, juga menjadi penanda awal musim kemarau. Sebab kondisi itu menunjukkan adanya perubahan temperatur udara.

Baca Juga :   CEGAH Kesalahan Penerapan Hukum Adat

Selain itu, menurutnya, intensitas hujan yang cukup sering pada Juni lalu juga dapat menjadi pertanda akhir musim hujan, sehingga beberapa hal tersebut menjadi acuan BPBD Kotim untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana karhutla.

Kesiapsiagaan terhadap bencana karhutla memang perlu dilakukan sedini mungkin, mengingat wilayah Kotim yang didominasi lahan gambut yang menjadikannya termasuk kabupaten di Kalimantan Tengah yang paling rawan terjadi karhutla.

“Berdasarkan data kami sejak tahun 2015 hingga 2024 menunjukkan periode kemarau itu memang dimulai pada Juni, lalu biasanya peningkatan secara drastis terjadi pada Juli dan Agustus, cuma kadarnya berbeda-beda. Tahun 2023 lalu kejadian karhutla cukup besar, adapun untuk 2025 ini kita lihat nanti perkembangannya,” ucap Multazam, dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Dalam menghadapi potensi karhutla ini pihaknya telah memastikan unit atau armada, peralatan, serta personel telah siap, termasuk apabila terjadi perluasan dampak kemarau yang mengakibatkan kekeringan, BPBD Kotim siap menangani. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin
SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca