BERSAMA Gus Miftah, Tablig Akbar Yayasan Abdul Aziz Halaby Banjarbaru Dibanjiri Ribuan Jemaah

- Penulis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 13:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri tablig akbar di Fasum Besar Perumahan Wella Mandiri, Jalan Golf Landasan Ulin, Selasa (20/8/2024) malam. (SuarIndonesia/Ist)

Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri tablig akbar di Fasum Besar Perumahan Wella Mandiri, Jalan Golf Landasan Ulin, Selasa (20/8/2024) malam. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Langit malam Kota Banjarbaru cerah. Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri tablig akbar di Fasum Besar Perumahan Wella Mandiri, Jalan Golf Landasan Ulin, Selasa (20/8/2024) malam.

Gelaran akbar ini diinisiasi oleh Yayasan Abdul Azis Halaby yang menghadirkan ulama kondang, Gus Miftah.

Sejak pukul 20.00 Wita, jemaah mulai berdatangan. Semakin larut, semakin penuh area seluas kurang lebih satu hektare itu.

Pemilik nama panjang Miftah Maulana Habiburrahman ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Da’i muda Nahdlatul Ulama (NU) itu dikenal dengan dakwahnya yang merangkul kaum marjinal, baik di dalam maupun di luar pondok pesantren.

Gus Miftah mengawali ceramahnya dengan menceritakan kisah nabi Musa yang memberikan kejutan kepada Fir’aun.

Gelak tawa sesekali pecah di tengah-tengah jemaah, merespons guyonan khasnya dalam membawakan ceramah yang ringan, tapi penuh makna.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa sowan ke Banjarbaru. Walaupun agenda saya tahun ini nggak ada ke Banjarbaru.

Tapi saya meyakini, manusia bisa berencana, tapi ATM lah yang menentukan,” ucap Gus Miftah diiringi riuh tawa ribuan jemaah.

“Jadi, manusia jangan sok tahu. Hidup ini sudah ada yang mengatur. Manusia hanya mengikuti aturan. Itulah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Musa,” katanya, membuka cerita.”Musa itu lahir di masa raja Fir’aun, di mana bayi laki – laki harus dimusnahkan. Apa alasannya?.

Karena bayi laki laki jika tumbuh akan menjadi kompetitornya. Singkat cerita ibu Nabi Musa melahirkan. Lalu ibunya senang melahirkan anak laki – laki, tapi khawatir akan dibunuh, lalu bayinya dihanyutkan ke sungai, dan ditemukan istrinya Firaun,” sambungnya.

“Setelahnya, bayi Musa dibawa menghadap ke Fir’aun. Meski sempat marah terhadap istrinya, namun akhirnya luluh.

Dari situlah sejarah suami kalah sama istri, karna itu hari ini suami terjajah oleh istri,” ujar Gus Miftah yang lagi – lagi mengundang galak tawa.

Usai bercerita tentang bayi Musa yang tumbuh di Kerajaan Fir’aun dan berhasil menumbangkannya atas perintah Allah, Gus Miftah menyelipkan kisah kepemimpinan Nabi Muhammad yang lebih dahulu mapan sebelum menjadi pemimpin.”Nabi Muhammad menjadi pedagang 25 tahun sebelum menjadi nabi selama 23 tahun. Kaya dulu baru jadi nabi.

Karenanya, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang kaya, bukan jadi pemimpin, baru kaya. Akhirnya, ketika menjabat tidak memikirkan rakyat, tapi malah mau melunasi utang.

Makanya, Bu Lisa kalau jadi wali kota, ikhlas. Ikhlas itu tidaklah kamu melakukan sebuah ketaatan kecuali benar – benar hanya untuk Allah,” pesannya kepada Lisa.

Bukan hanya Gus Miftah yang menjadi pusat perhatian. Di sampingnya, seorang perempuan bergaun putih dengan kerudung yang senada, turut menyita pandangan.

Baca Juga :   PEMALAK Ojek Online Ditangkap Polisi

Dia adalah Hj Erna Lisa Halaby, sosok yang popularitasnya mulai meroket di Kota Banjarbaru.  Wajahnya kerap menghiasi baliho di sudut-sudut kota, dan malam ini, kehadirannya nyata di hadapan mereka.

Di akhir acara, Gus Muftah memimpin pembacaan selawat dengan selipan do’a untuk .  Doa’ itu kemudian diamini oleh seluruh jemaah. Setelahnya, ada banyak jemaah yang tak melewatkan kesempatan untuk menyapa dan berfoto dengan sosok perempuan yang menjadi simbol harapan baru bagi Banjarbaru.

Erna Lisa Halaby, Pimpinan Yayasan Abdul Azis Halaby, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, tablig akbar ini bisa terlaksana dengan baik. Kami sangat bersyukur Gus Miftah bisa hadir dan berbagi ilmu keislaman secara langsung,” ujarnya.

Di balik keramaian, ada kisah-kisah kecil penuh kesan. “Senang sekali bisa melihat langsung Gus Miftah dan Bu Lisa Halaby,” kata Wahidah, warga Komplek Wella.

Ibu berusia 39 tahun itu merasa bangga karena bukan hanya warga kompleknya saja yang hadir dalam tabligh akbar, tapi juga warga di luar wilayahnya.

“Banyak warga dari daerah jauh – jauh yang ke sini, ada dari Cempaka juga. Terima kasih Bu Lisa sudah menggelar acara di komplek kami.

Saya sudah mengenal sosoknya dari cerita – cerita orang dan sekarang melihat langsung. Secara pribadi saya mendukung karena program program beliau bagus.

Semoga apa yang beliau berikan nanti sesuai harapan warga Banjarbaru, dan mau merakyat,” ujarnya penuh harap.

Hal serupa juga dirasakan pedagang minuman keliling dadakan, Adul, yang tak sia-sia datang dari rumahnya di batas kota demi hadir dan mencari berkah di acara tersebut.

“Saya memanfaatkan moment untuk mencari rejeki, sudah terjual banyak. Ini acara Bu Lisa yang kedua saya hadiri, pertama yang funwalk, saya sangat mendukung Bu Lisa,” cetusnya sembari menyunggi nampan berukuran 60x40cm berisi sekitar 30 cup.

Sejak acara dimulai, hingga pukul 22.30 Wita, dia sudah berhasil menjual tiga nampan minuman. Selain Adul, ada ratusan pedagang yang turut ketiban cuan dalam tablig akbar ini.

Setengahnya memang pedagang dadakan, seperti penjual kacang, kuaci dan permen (cangcimen), alas duduk, poster ulama, mainan anak – anak, hingga permen kapas.

Malam itu, tablig akbar menjadi lebih dari sekadar ceramah. Ia menjadi momentum kebersamaan, ajang memperkuat ukhuwah, dan momen bertemunya harapan-harapan baru di tengah Kota Banjarbaru yang penuh cahaya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa
MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara
DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina
POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan
PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:43

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35

MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:25

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:57

PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Berita Terbaru

Kalsel

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca