BASILIKA Pertama Indonesia Dibangun di IKN

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 23:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar rancangan Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara. (ANTARA/HO-Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI)

Gambar rancangan Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara. (ANTARA/HO-Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI)

SuarIndonesia — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik Kementerian Agama RI menerangkan bahwa Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius yang pertama di Indonesia siap dibangun di Ibu Kota Nusantara.

“Pembangunan basilika merupakan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Otorita Ibu Kota Nusantara,” kata Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Suparman di Samarinda, Selasa (30/7/2024).

Menurutnya, Basilika Santo Fransiskus Xaverius diharapkan menjadi landmark penting dan simbol kerukunan umat beragama di negara ini.

Suparman menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi untuk memastikan penyelesaian proyek monumental ini agar dibangun tepat waktu.

“Semua desain telah diputuskan, berikut dengan proses tender. Basilika ini mulai dibangun paling lambat Oktober 2024 dan ditargetkan pada Maret 2025, bangunan seluas sekitar 11.998 meter persegi bisa dirampungkan,” sebutnya, seperti dikutip dari AntaraNews.

Pemilihan Santo Fransiskus Xaverius, kata Suparman, sebagai santo pelindung basilika memiliki makna penting. Sebagai misionaris yang membawa agama Kristen ke Asia, termasuk Indonesia, Santo Fransiskus Xaverius dipandang sebagai sosok pemersatu.

Uskup Agung Samarinda Monsegneur (Mgr) Yustinus Harjosusanto menjelaskan bahwa basilika adalah jenis gereja khusus yang memerlukan persetujuan Paus. “Basilika ini akan menjadi tempat untuk acara-acara khusus dalam Gereja, dan bahkan mungkin dikunjungi oleh Paus,” katanya.

Yustinus menambahkan, lokasi basilika di jantung ibu kota baru juga bersifat simbolis. Dengan menempatkan basilika di Nusantara, mengirimkan pesan persatuan dan keragaman.

Baca Juga :   DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon

“Tempat ibadah ini akan menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan agama, dan kita dapat hidup berdampingan secara damai,” katanya pula.

Dijelaskan Yustinus, desain basilika bersifat megah dan kaya makna. Ini mencakup fitur-fitur yang mencerminkan budaya dan sejarah lokal, serta elemen-elemen yang unik untuk arsitektur Katolik.

Ia memaparkan, pembangunan Basilika Santo Fransiskus Xaverius di zona rumah ibadah wilayah IKN, bukan hanya merupakan suatu usaha keagamaan. Ini juga merupakan peristiwa budaya dan sejarah yang penting. Basilika ini diharapkan menjadi tempat ziarah populer bagi umat Katolik dari seluruh Indonesia dan dunia.

Yustinus menjabarkan koeksistensi dari berbagai tempat ibadah, termasuk masjid, gereja, dan pura, merupakan bukti komitmen Indonesia terhadap toleransi dan kerukunan beragama. “Ini adalah pesan yang jelas bahwa Indonesia adalah negara persatuan dalam keberagaman,” tuturnya.  [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!
WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru
MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah
“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur
GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah
IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI
EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca