BAPANAS: Ketersediaan Beras di 2025 Aman dan Cukup

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 00:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kanan) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kiri) dan Direktur Utama Perum Bulog Achmad Rizal Ramdhani meninjau harga beras SPHP di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Rabu (20/8/2025). (Dokumentasi ANTARA/Harianto)

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kanan) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kiri) dan Direktur Utama Perum Bulog Achmad Rizal Ramdhani meninjau harga beras SPHP di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Rabu (20/8/2025). (Dokumentasi ANTARA/Harianto)

SuarIndonesia — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan ketersediaan beras nasional selama tahun 2025 diproyeksikan dalam kondisi aman dan cukup, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, ketersediaan pangan pokok strategis secara umum diproyeksikan cukup dan aman sampai dengan akhir tahun,” kata Arief di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Arief menyebutkan berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, produksi beras selama setahun diproyeksikan mencapai 31,37 juta ton, sehingga total ketersediaan komoditas tersebut dapat mencapai 40,31 juta ton.

Total ketersediaan beras itu berasal dari produksi setahun yang 31,37 juta ton ditambahkan jumlah stok awal 2025 yakni 8,4 juta ton dan impor beras khusus 532 ribu ton.

“Dari itu, neraca beras akhir tahun 2025 diperoleh 9,33 juta ton setelah total ketersediaan 40,31 juta ton dikurangi total kebutuhan konsumsi setahun 30,97 juta ton,” jelas Arief.

Hanya saja, Arief menuturkan kalkulasi itu sifatnya proyeksi karena masih bergantung pada capaian produksi hingga akhir tahun nanti.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang konsisten bersama pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur pertanian yang ada sehingga dapat meningkatkan produksi beras secara nasional.

“Jadi seperti yang disampaikan Bapak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) dalam beberapa kesempatan, apabila kita menanam 1 juta hektare setiap bulannya, maka produksi beras bisa 2,5 sampai 2,6 juta ton per bulan, itu akan tercapai,” ungkap Arief.

“Oleh karena itu apa yang kita rencanakan semua, dari Kementerian Pertanian tentunya sudah menyiapkan bersama-sama dengan para kepala daerah meng-collect untuk saluran irigasi itu menjadi penting. Jadi itu yang harus kita kejar,” sambungnya.

Kendati begitu, Bapanas juga menyusun estimasi produksi beras Januari-Desember 2025 ini yang diperkirakan dapat mencapai 33,52 juta ton.

Baca Juga :   PERSOALAN Royalti, Menkum: Jangan Dahulukan Jalur Pidana

Perhitungan itu berasal dari proyeksi produksi beras Januari sampai September dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang di angka 28,22 juta ton ditambahkan rata-rata produksi Oktober-Desember dalam 3 tahun terakhir yang diperoleh angka 5,3 juta ton.

“Khusus untuk beras, ini tergantung produksi nasional dalam 3-4 bulan terakhir ke depan. Tapi kalau dari proyeksi dan dibuat rata-rata memang angkanya bisa 33,52 juta ton setara beras. Itu kalau kita 3 sampai 4 bulan terakhir menggunakan rata-rata produksi 3 tahun terakhir. Jadi kita tidak perlu impor beras,” tutur Arief dilansir dari ANTARANews.

Adapun apabila angka produksi beras Januari-Desember 2025 dapat tercapai 33,52 juta ton, maka perolehan tersebut hampir mendekati rekor produksi beras nasional tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Tercatat produksi beras tahun 2018 dengan 33,94 juta ton masih menjadi angka tertinggi produksi beras dalam negeri.

Di sisi lain, Arief pun mengungkapkan bahwa stok beras Bulog yang bersumber dari importasi tahun 2024 saat ini masih tersisa 1 juta ton. Ia memastikan proses impor tahun 2024 sudah selesai dan tidak ada lagi di 2025.

“Khusus untuk beras luar negeri itu sekarang sisanya 1 juta ton. Usia simpannya yang 7-12 bulan ada 896 ribu ton. Tapi impor sudah selesai tahun lalu dan tidak ada impor tahun ini,” katanya.

“Untuk itu, kita mesti setiap saat cek kualitas. Jadi pada saat pengemasan beras dari 50 kilo ke 5 kilo atau 10 kilo untuk bantuan pangan, kita sambil cek kualitasnya,” tambah Arief. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi
MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
SOROTI Dampak PNP, DPRD Kalsel Dorong Pendataan Lebih Ketat
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca