BANK KALSEL dan OJK Suport Pertanian Padi Apung di HSS

- Penulis

Kamis, 5 Desember 2024 - 21:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADI APUNG- Kepala Kantor OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Dinas Pertanian HSS, HM Nur dan Dirut Bank Kalsel, Fachrudin, bersama FWE mencoba tanam budidaya padi apung, di Desa Tiang Gantung, Daha Barat, HSS.

PADI APUNG- Kepala Kantor OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Dinas Pertanian HSS, HM Nur dan Dirut Bank Kalsel, Fachrudin, bersama FWE mencoba tanam budidaya padi apung, di Desa Tiang Gantung, Daha Barat, HSS.

SuarIndonesia – Menyusul program pemerintah yang sedang digalakan yakni sistem pertanian padi apung. Tujuannya agar masa tanam tak terpengaruh musim dan hasilnya bisa lebih baik.

Sistem yang baru bomong ini sudah terbukti dan sejumlah petani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sudah merasakannya.

Kepala Dinas Pertanian HSS, HM Nur, menyatakan, apalagi beberapa kawasan pertanian di HSS adalah rawa, sebab itu pihaknya menerapkan sistem padi apung sehingga musim penghujanbudidaya pertanian tetap berjalan.

“Pada awalnya tanam percontohan dengan media berupa tiga styrofoam dan berhasil, lantas tahun berikutnya didanai pemerintah provinsi, selanjutnya kemudian dana dari kabupaten,” kata Nur saat acara media update dan kunjungan implementasi budi daya padi apung Bank Kalsel, OJK bersama Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalimantan Selatan, Selasa (3/12/2024).

Hari itu rombongan FWE bersama Bank Kalsel dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Kalsel langsung berkunjung ke pertanian padi apung di desa Tiang Gantung, Daha Barat, Kabupaten HSS.

Kepala Kantor OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Dinas Pertanian HSS, HM Nur dan Dirut Bank Kalsel, Fachrudin, bersama FWE mencoba tanam budidaya padi apung, di Desa Tiang Gantung, Daha Barat, HSS.

Lanjut Nur, kawasan pertanian rawa yaitu kecamatan Angkinang, Simpur, Kalumpang, di sana sudah tahap demplot atau percontohan, dan hasilnya memang tak tergantung musim.

“Kami juga lakukan variasi sistem apung ini dengan menanam sayuran berupa cabai, terong, tomat, namun medianya menggunakan bambu agar lebih murah, apalagi banyak tanaman bambu di Hulu Sungai Selatan, nanti padi juga dicoba tanam dengan media bambu untuk mengurangi biaya produksi budidaya dan keuntungan lebih besar,” tandasnya.

Baca Juga :   DIBAHAS DPRD Balangan Perubahan APBD 2026

Dirut Bank Kalsel, Fachrudin, menanggapi, sistem padi apung ini luar biasa, apalagi bisa tanam palawija dan tumbuh berkembang.

“Kami menginisiasi dan support sistem padi apung ini, tinggal bagaimana pengembangan lahan agar bisa lebih luas,” tukasnya.

Kepala Kantor OJK Kalsel, Agus Maiyo, memaparkan, program padi apung memang mahal di awal karena menyediakan media tanam, namun media styrofoam yang mereka rekomendasikan sudah dihitung mampu bertahan sampai 10 tahun atau 21 kali panen.
“Teknis supaya awet adalah dicat lagi, selain tahan air juga menghindari tikus dan serangga air,” paparnya.

Media tanam tersebut sudah dilakukan pengkajian dan diuji, hasil kordinasi dengan dinas pertanian ketahanan pangan untuk PH 4-8 masih mungkin digunakan varietas padi unggul, di bawah itu varietas tertentu.

Dwi Rahmadhani Y, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Daha Barat (topi biru) memberikan penjelasan tetap teknik tanam budidaya padi apung. “Kami juga kordinasi dengan Bulog bahwa ada pangsa ekspor yang bisa diisi padi apung, yaitu menanam varietas pilihan,” katanya.

Pastinya pula sistem padi apung ini dapat menyangga sistem padi konvensional saat paceklik. Bahkan sistem tumpangsari dapat memberikan hasil pertanian yang beragam.(ADV/SU)

Tek

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau
PROGRES RUU Ketenagakerjaan Masih “On Schedule”
BANK KALSEL Apresiasi Petenis Meja U-16 dan Perlu Terus Dibina untuk Kancah Nasional
BANK KALSEL Kembali Dukung Turnamen Tenis Meja Terbuka VI DPRD Kalsel 2026
BANK KALSEL dan Telkomsel Hadirkan Promo Spesial Bagi Pengguna Aksel
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:58

KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca