SuarIndonesia — TNI AL memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan langsung dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Garibaldi direncanakan akan tiba di Indonesia dan akan menjadi kapal induk untuk helikopter dan drone yang bisa menampung helikopter kelas menengah yang bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi harapannya bisa segera merapat ke titik api dan membantu penanggulangan karhutla secara cepat,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Tunggul sendiri tidak menjelaskan secara rinci seperti apa persiapan yang akan dilakukan kru kapal dan peralatan apa saja yang akan diangkut untuk penanganan karhutla.
Dia hanya memastikan upaya pengerahan kapal induk akan langsung dilakukan setelah kapal buatan Italia itu sampai di Indonesia.
“Saat ini posisi Garibaldi sudah berada di Laut Arab, rencananya apabila tidak ada kendala akan tiba ke tanah air pada 17 September 2026,” tutur Tunggul dilansir dari Antara.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kapal induk dari Italia akan segera masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut dan nantinya dimodifikasi untuk mendukung pengoperasian helikopter serta drone.
Ia menyampaikan rencana tersebut saat memimpin rapat terbatas yang membahas perkembangan penanganan bencana melalui konferensi video di Jakarta, Senin (7/9/206).
“Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone,” jelas Presiden Prabowo dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden.
Menurutnya, kapal tersebut nantinya mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah.
Presiden Prabowo menyebut helikopter yang dapat dioperasikan dari kapal tersebut antara lain memiliki kemampuan seperti Black Hawk dan Mi-17 yang rata-rata dapat membawa sekitar 4-5 ton air.
Dengan kapasitas tersebut, Prabowo menilai keberadaan kapal dan helikopter akan memperkuat respons pemerintah dalam menangani kebakaran hutan, terutama ketika terdapat titik api dalam jumlah besar.
“Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menekankan rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurut Prabowo, berbagai sarana penanganan bencana harus dipersiapkan jauh sebelum bencana terjadi sehingga pemerintah dapat merespons dengan cepat ketika keadaan darurat muncul.
“Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” ujar Presiden Prabowo. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















