Banjarmasin Ubah Taksi Kuning Jadi Angkot Pelajar Ceria Gratis

Banjarmasin Ubah Taksi Kuning Jadi Angkot Pelajar Ceria Gratis

Suarindonesia – Banjarmasin meluncurkan angkutan kota (angkot) taksi kuning gratis diberi nama Angkot Pelajar Ceria. Tadinya angkot kuning mengangkut penumpang umum, kini angkot diubah menjadi angkutan pelajar gratis ceria yang bisa digunakan oleh pelajar tingkat SMP hingga SMU di kota ini.

Kebijakan perubahan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin ini menyusul keberadaan taksi kuning yang semakin lama semakin tergerus oleh banyaknya angkutan umum jenis lain (online) serta mudahnya kredit pembiayaan roda dua.

Tahap pertama diberdayakan 10 unit angkutan pelajar ceria dengan
berkeliling mengantar dan menjemput pelajar di kota ini secara gratis. Rutenya pun sesuai pesanan para pelajar. Pelajar
bisa diantar sampai sekolah dan balik rumah lagi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Drs H Ichwan Noorkhalik
mengatakan, 10 unit angkutan pelajar ceria tersebut sudah berkeliling sejak pukul 06.00 WITA dan menjemput satu per satu pelajar.

“Antusias dengan angkutan pelajar ceria ini ternyata luar biasa. Cukup banyak pelajar yang pesan agar besok diikutkan lagi dengan angkutan tersebut,” ujar mantan Kadis Pol PP Kota Banjarmasin Drs H Ichwan NoorKhalik, di Banjarmasin, Kamis (8/11/2018). Karena antusiasnya, sopir ada yang terpaksa harus bolak-balik menjemput
satu per satu pelajar yang masih menunggu. Tak jarang para pelajar harus berjejal masuk angkutan tersebut agar tak ketinggalan dan terlambat ke sekolah.

“Dengan alasan antusias itulah, maka tahun depan kami akan tambah lagi 5 unit angkutan pelajar ceria tersebut, agar tidak ada pelajar yang terlambat ke sekolah,” katanya.

Ketua Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih ini menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk membantu para sopir taksi kuning yang sudah lama mati suri. Sistemnya Dmdishub menyewa taksi kuningnya dan menjadikan sopirnya sebagai tenaga kontrak dishub. “Dengan sistem ini sebagai ganti bensin mereka, dan pemiliknya langsung dijadikan tenaga kontrak dishub,” ujarnya.

Khusus sopir untuk angkutan pelajar ini pun diseleksi. Selain rata-rata
berumur, sopirnya yang pilih harus memiliki rasa kepedulian dan
tanggungjawab yang tinggi terhadap pelajar sebagai penumpangnya. “Artinya tak sembarangan juga, artinya sopir mau menunggu pelajar dan mengantarkannya dengan sepenuh hati. Kalau tanggungjawab kurang, bisa saja dia mengangkut pelajar cukup sekali saja,” tuturnya.

Sementara, Aliansyah (58), sopir angkutan pelajar mengaku sangat bangga dan senang dipilih bahkan diangkat menjadi sopir tenaga kontrak dishub. “Saya lebih suka menjadi supir angkutan pelajar, artinya pendapatan saja sudah jelas per bulan, bahkan BBM yang dulunya saya keluarkan untuk keliling mencari penumpang pun juga diganti oleh dishub, ini sangat membantu kami sopir taksi kuning,” ungkapnya.

Pasalnya, pendapatannya sebagai sopir angkot dulu, satu hari maksimal cuma Rp75 ribu, itu pun sampai malam. Bahkan ada juga yang malah tak mendapatkan satu penumpang pun meskipun sudah keliling mencari penumpang.(SU)

 325 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: