ASPADIN Minta Waktu Kaji Raperda Pengelolaan Air Tanah Kalsel

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Air Tanah bersama sejumlah stakeholder di gedung dewan, Rabu (11/3/2026).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus III DPRD Kalsel, H. Husnul Fatahillah tersebut, pihak Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) menyatakan belum bisa memberikan masukan komprehensif. Pasalnya, draf raperda tersebut baru diterima pada hari yang sama.

“Mereka (ASPADIN) meminta waktu untuk mempelajari draf ini terlebih dahulu dan akan merapatkannya bersama sekitar 30 anggota mereka secara internal,” ujar Husnul usai rapat.

Hasil kajian internal ASPADIN nantinya akan diserahkan kepada Pansus III sebagai bahan masukan penyempurnaan raperda, selama tidak berbenturan dengan regulasi yang lebih tinggi.

Husnul menjelaskan bahwa payung hukum ini akan mengatur beberapa poin krusial terkait pemanfaatan sumber daya air di Banua, antara lain prosedur dan legalitas pengeboran air tanah, teknis penggunaan dalam pengaturan kedalaman pengeboran agar lingkungan tetap terjaga dan pengaturan pajak pemanfaatan air tanah.

Baca Juga :   IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU

Dirinya menegaskan adanya pembagian kewenangan yang jelas dalam aturan ini. Pemerintah Provinsi akan berfokus pada aspek perizinan dan pengawasan, sementara sektor pajak tetap menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat materi raperda, Pansus III berencana melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru
KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:32

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 November 2026 - 21:19

9 ORANG UTAN Dipindahkan ke Suaka Lamandau, 2 Lainnya Dirawat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32