ASN Hindari Tes Urine jadi Target BNNP

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 21:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Kotim Irawati memantau pelaksanaan tes urine di salah satu perangkat daerah, Sampit belum lama ini. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Wabup Kotim Irawati memantau pelaksanaan tes urine di salah satu perangkat daerah, Sampit belum lama ini. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

SuarIndonesia — Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Irawati mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga kontrak untuk mengikuti kegiatan tes urine di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.

“Jika ada ASN atau tenaga kontrak yang tidak mengikuti tes urine ketika diadakan oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) maka diharapkan bisa melakukan tes secara mandiri. Jika tidak maka yang bersangkutan akan menjadi target Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP),” tegas Irawati di Sampit, Senin (26/5/2025).

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua BNK Kotim ini menyampaikan, saat ini Pemkab Kotim bersama pihak-pihak terkait menggencarkan tes urine guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN maupun tenaga kontrak.

Hal ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) sesuai arahan Presiden melalui Gubernur Kalimantan Tengah yang sebelumnya disampaikan pada rapat di provinsi.

Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, OPD yang menjadi sasaran untuk melaksanakan tes urine ini dipilih secara acak dan sementara ini setidaknya ada tiga OPD yang telah melaksanakan kegiatan itu, yakni Disdamkarmat, Setda dan Badan Kesbangpol.

Selain OPD, pihaknya juga menargetkan dua sekolah sebagai percontohan untuk kegiatan tes urine dan rencananya sekolah yang dipilih adalah sekolah yang berada di luar Kota Sampit.

“Sekolah yang menjadi sasaran nanti berdasarkan laporan dan tingkat kenakalan pelajarnya, jadi tes urine ini untuk memastikan apakah laporan itu benar dan kalau memang demikian maka segera kita memperbaikinya karena mereka adalah generasi penerus kita,” ucapnya.

Sehubungan dengan itu, Irawati menekankan kepada seluruh ASN maupun tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Kotim agar mengikuti kegiatan tes urine jika OPD yang bersangkutan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan itu, jangan dengan sengaja menghindar.

Baca Juga :   PELINDO 3 Menangkan Gugatan Lahan 3,5 Ha

Apabila, ASN maupun tenaga kontrak yang berhalangan mengikuti tes urine ketika kegiatan digelar di OPD, maka yang bersangkutan diminta untuk melakukan tes urine secara mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan kemudian melaporkan hasil tes itu ke pihak terkait.

Jika tidak, maka ASN atau tenaga kontrak tersebut akan menjadi target pemeriksaan oleh BNNP Kalteng karena dicurigai ada keterlibatan dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Jangan sampai nanti BNNP yang turun langsung untuk melakukan tes urine. Tidak peduli hari apa dan jam berapa akan langsung dijemput oleh BNNP, karena itu menjadi kecurigaan kenapa sampai tidak mau tes urine,” tutur Irawati dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Ia menambahkan, sejauh ini ASN dan tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Kotim terpantau tertib, walau ada beberapa yang tidak bisa mengikuti pada pelaksanaan di OPD masing-masing, tetapi yang bersangkutan berinisiatif mengikuti tes urine yang digelar di OPD lain.

Hasil tes urine yang telah digelar di beberapa OPD memang ditemukan ada yang positif, namun hasil tes urine dinyatakan positif tidak selalu akibat pengaruh narkoba tetapi bisa karena pengaruh obat-obatan tertentu.

Sesuai instruksi bupati, jika ada pegawai pemerintahan yang terbukti menggunakan narkoba, maka apabila yang bersangkutan berstatus tenaga kontrak akan langsung diberhentikan, sedangkan yang berstatus ASN diberikan sanksi sesuai peraturan disiplin ASN.

“Selain itu, bagi ASN selain diberikan sanksi juga akan diberikan pembinaan dan jika memang perlu direhabilitasi dulu, karena kalau memang seperti itu maka sudah menjadi penyakit dan itu harus diobati,” kata Irawati menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin
SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca