ANTISIPASI Serangan Buaya, Kotim Tingkatkan Kewaspadaan

- Penulis

Senin, 7 April 2025 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi korban serangan buaya di DAS Mentaya Kecamatan Pulau Hanaut, Sabtu (5/4/2025) kemarin. (Foto: ANTARA/HO-BKSDA Kotim)

Proses evakuasi korban serangan buaya di DAS Mentaya Kecamatan Pulau Hanaut, Sabtu (5/4/2025) kemarin. (Foto: ANTARA/HO-BKSDA Kotim)

SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menggiatkan imbauan agar masyarakat khususnya yang bermukim di bantaran sungai semakin meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi serangan buaya.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai lebih waspada. Apalagi informasinya sekarang sedang musim kawin buaya, kalau bisa jangan turun ke sungai dulu,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati di Sampit, Senin (7/4/2025).

Imbauan ini pihaknya sampaikan terlebih pasca kasus serangan buaya yang menelan korban jiwa di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut baru-baru ini.

Tepatnya, Jumat (4/4), seorang pria bernama Kurnasi menjadi korban serangan buaya saat mandi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya dan jasadnya baru ditemukan pada Sabtu (5/4) siang oleh tim SAR gabungan setelah pencarian yang cukup panjang.

Irawati pun berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada ketika beraktivitas di DAS Mentaya maupun sungai lainnya. Apalagi, keterangan warga Pulau Hanaut memang sering terlihat kemunculan buaya di wilayah itu.

Di samping itu, informasi BKSDA setempat pada pergantian musim seperti sekarang identik dengan masa kawin dan bertelur buaya, pada periode tersebut buaya cenderung lebih ganas.

Baca Juga :   "KANTOR PLN DISEGEL", Peternak Tebarkan Ribuan Bangkai Ayam

“Makanya kemarin, saya minta warga tidak turun ke sungai dulu. Untuk mandi atau mencuci sebaiknya menggunakan timba dulu dan kalaupun harus turun ke sungai agar hati-hati, lihat kondisi sekitar terlebih dahulu,” tutur Irawati dilansir dari AntaraKalteng.

Dia menyampaikan, buaya sama dengan binatang buas pada umumnya yang mengandalkan insting untuk memburu mangsa tanpa membedakan targetnya merupakan manusia maupun hewan, selama dianggap menjadi mangsa maka akan tetap diserang.

“Karena namanya itu binatang, apalagi tergolong binatang buas maka harus hati-hati,” kata Irawati menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng
KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan
WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting
TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng
PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!
IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim
KUMAI Diguyur Hujan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca