ANTISIPASI KRISIS Air Baku, PDAM Bandarmasih Harus Punya Embung

- Penulis

Selasa, 7 September 2021 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – PDAM Bandarmasih berencana membangun embung untuk mengantisipasi krisis air baku.

Hal ini penting, karena salah satu sumber air baku seperti menghilangnya air yang secara tiba-tiba tak bisa diprediksi membuktikan ancaman krisis, sehingga sesuai rencana bisnis ke depan PDAM harus mewujudkan pembangunan embung.

“Ke depan air baku adalah permasalahan utama, bermacam sebab terjadi penurunan kualitas air baku dan sebagainya. Salah satunya air berwarna hijau karena kadar oksigen di air menurun, sehingga pembangunan embung meski pelan harus diwujudkan,” ujar Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H Supian MT kepada awak media, Senin (06/09/2021).

Di sisi lain sumber air baku yang dikelola PDAM Bandarmasih pun sangat terbatas lantaran kualitas dan perubahan iklim. Oleh karena itu, perusahaan flat merah tersebut membutuhkan sarana dan prasarana pengelolaan air baku untuk jangka panjang dengan mewujudkan pembangunan embung.

Jadi, katanya, pembangunan embung salah satunya solusi antisipasi jangka panjang dalam menekan krisis air baku. “Jadi air sungai ditarik di dalam kolam, diperbaiki kualitasnya sebelum masuk ke pengelohan. Kalau dari sungai langsung ke pengelohan, sistem kita lambat laun tidak akan mampu,” ucapnya.

Khusus untuk pembangunan embung sekarang sudah mulai dilakukan pembebasan lahan untuk mendirikan embung sudah dilakukan. Namun rencana bisnis tersebut tidak berlangsung mulus. Kerana PDAM harus berhadapan dengan berbagai kendala, sehingga gagal membuat embung air baku.

Supian menyebut bahwa sumber pembiayaan pihaknya sangat terbatas untuk membangun embung. Sebab dalam mendirikan suatu rencana proyek tidak membutuhkan dana yang sedikit, sehingga harus dilakukan perencanaan matang.

Apalagi sejak terhitung 2015 tidak adanya penyertaan modal dari pemerintah dari yang masuk ke PDAM Bandarmasih, sehingga sejak itu juga PDAM tak bisa mengembangan pembangunan. Dan sampai sekarang masih terbatas pergantian pipa dan boleh dibilang rutinitas karena kondisi keuangan PDAM sendiri memang belum mampu berinvetasi ditambah penyertaan modal dari pusat juga belum ada.

Baca Juga :   BANTUAN Pusat Rp20,5 Triliun Siap Disalurkan ke Daerah

Selain itu, Supian mengatakan bahwa upaya penyesuaian tarif air ke pelanggan di tengah pandemi ini tak memungkinkan dilakukan. Selain waktu kurang tepat karena masih dalam pandemi sehingga jangka pendek yang dilakukan masih terbatas melakukan efisiensi dengan menekan cost yang tinggi.

“Mungkin kurangnya daya bagi PDAM melakukan investasi. Dan saat ini PDAM tidak mampu melakukan menjadi PR bersama karena PDAM merupakan perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bilang layanan air bersih sehingga diharapkan pemilik membijaksanai bagiamana usaha PDAM bisa ekses kembali,” imbuhnya.

Kemudian, menurut Supian, yang bisa dilaksanakan hanyalah beberapa program skala prioritas dengan dana terbatas. Salah satunya rehabilitas jaringan pipa yang disalurkan ke pelanggan sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini untuk mempertahankan pelayanan air bersih ke pelanggan.

Selanjutnya, kata Supian, sehubungan banyak pipa berusia sangat tua sehingga mengharuskan untuk diganti maupun ditambal. Rinciannya sekitar 30% pipa yang dimiliki PDAM Bandarmasih berusia di atas 30 tahun.

“Biaya pengantian cukup besar, sementara kemampuan kami sangat terbatas,’’ demikian Direktur Operasional H Supian MT.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14