SuarIndonesia — Memasuki puncak musim kemarau, debit air di lahan gambut Kalimantan Selatan menjadi persoalan serius. Untuk mengatasi kekurangan debit air, BPBD Kalsel mencoba sistem operasi modifikasi cuaca (OMC).
OMC rencananya akan dilaksanakan selama sepekan, terhitung sejak Rabu (15/7) hingga Selasa (21/7/2026). Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka menyebut bahwa permohonan OMC sudah disampaikan ke BNPB.
“Permohonan yang diajukan berupa helikopter water bombing dan patroli udara,” ujar Ronny, Rabu (15/7/2026), dilansir dari detikKalimantan.
Melalui OMC yang akan dilaksanakan sepekan, Ronny berharap debit air di lahan gambut bisa terus bertambah. Permintaan OMC itu juga berdasarkan saran dan masukan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.
“OMC itu kita bisa menurunkan hujan sehingga dapat menambah debit air di lahan gambut yang rawan karhutla,” ujar Ronny.
Ronny berharap situasi karhutla di Kalsel bisa tertangani dengan baik meskipun saat ini debit air tengah berkurang akibat musim kemarau. Ia juga mengakui bahwa saat ini telah melibatkan sejumlah kabupaten/kota untuk membantu penyimpanan air bersih yang digunakan saat terjadi karhutla.
“Kabupaten Banjar sudah menyediakan kolam penampungan air, berjaga-jaga apabila ada karhutla bisa digunakan relawan,” pungkasnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















