AMBLES BERULANG Jalan Veteran Km 5,5 Banjarmasin Arah Sungai Lulut, Begini Penyebab Utamanya

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas (PUPR Kalsel,  M. Yasin Toyib,

Kepala Dinas (PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib,

SuarIndonesia – Jalan Veteran Km 5,5 Sungai Lulut, Banjarmasin, mengalami ambles hampir berulang. Kejadian serupa juga sering terjadi. Tahun ini ambles mencapai 30 centimeter dengan panjang 50-70 meter.

“Memang kondisi jalan di samping Sungai semuanya berpotensi demikian. Di Jalan Veteran yang sekarang sudah sering ambles dan belum pernah ditangani secara menyeluruh.

Hanya penanganan sementara,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, Rabu (15/7/2026).

Menurut Yasin kondisi struktur tanah di titik tersebut yang menjadi penyebab utama. Struktur jalan yang hanya menggunakan cerucuk dan geotekstil maka bisa terjadi penurunan diakibatkan erosi tanah.

“Kondisi tanah di sana apabila musim hujau tanahnya diisi air lalu menjadi pengikat. Apabila musim kemarau airnya hilang maka tanahnya jadi lembek. Dilalui beban berat di atas terjadilah penurunan,” katanya.

Saat musim hujan, pori-pori tanah di bawah jalan terisi penuh oleh air. Ketika memasuki awal musim kemarau, volume air di dalam tanah tersebut menyusut drastis dan mengering.

“Kondisi sekarang sudah mulai mau kemarau. Tanah yang biasanya terisi air itu sudah mengering, sehingga ikatan tanahnya berkurang dan langsung amblas saat dibebani kendaraan,” ungkap Yasin.

Baca Juga :   RAMPUNG Lintasan Atletik Stadion 17 Mei, PUPR Kalsel Serahkan ke Dispora

Ia menambahkan, karakteristik tanah yang labil dan sensitif terhadap perubahan cuaca ini tidak hanya terjadi di Jalan Veteran Sungai Lulut.

Pola kerawanan serupa juga ditemukan di jalur pinggir sungai lainnya di Kalsel, seperti di daerah Lampihong, Kabupaten Balangan.

Mengingat penyebab utamanya adalah faktor alam dan posisi geografis jalan, penanganan sementara dinilai tidak akan bertahan lama.

Dinas PUPR Kalsel menegaskan bahwa satu-satunya solusi jangka panjang adalah rekonstruksi total secara permanen.

“Jangka panjangnya harus dibangun siring atau struktur pengaman pantai (PSAP) di sepanjang sisi sungai. Namun, penanganan permanen ini memerlukan pembebasan lahan karena di sana banyak aktivitas perdagangan warga,” jelasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel
BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin
KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa
KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:25

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:19

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:17

GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:07

DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41

KARHUTLA Kapuas Hanguskan Rumah Warga

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca