SuarIndonesia – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk di Kota Banjarmasin, tidak hanya menghantam sektor kesehatan, melainkan juga dunia usaha.
Kondisi ini pun membuat Pemerintah Kota Banjarmasin kekurangan pemasukan dari hasil pajak, karena pelaku usaha lebih memilih tutup atau tidak beroperasi sejak wabah Covid-19 melanda.
Sebut saja salah satunya sektor hiburan, yang ternyata sektor paling anjlok dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya di tahun 2020.
“Dari target Rp9 miliar, hanya terealisasi 64,76 % atau Rp5,8 miliar sampai pertengahan November,” ucap Subhan Nor Yaumil, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, pada awak media, Senin (30/11/2020).
Menurutnya, anjloknya sektor hiburan tersebut dikarenakan pelaku usaha memilih menutup usahanya sejak Maret hingga Oktober lalu, alhasil tidak ada pemasukan yang mereka terima.
“Baik itu Tempat Hiburan Malam (THM), karaoke, diskotek, penayangan film dan pagelaran seni,” tambah Subhan.
Lebih lanjut, Subhan menerangkan, kondisi ini terlihat dengan jumlah PAD dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang tercatat paling rendah, dari target Rp600 miliar, realisasi di instansi tersebut masih di angka 0%.
“Disbudpar rupanya masih belum bisa bangkit dari pandemi,” sambungnya.
Ia menambahkan, secara umum Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarmasin hingga sekarang mencapai 96 persem atau lebih Rp1,6 triliun. Jumlah tersebut dari target PAD Pemkot Banjarmasin Rp1,7 miliar.
“Jadi tersisa Rp64,7 miliar yang kita kejar sampai Desember nanti,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















