ANCAMAN Banjir Rob Tak Separah Prediksi, Warga Banjarmasin Bersyukur

- Penulis

Senin, 20 Desember 2021 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Prediksi Stasiun Meteorologi Syamsuddin Noor Banjarmasin, yang memprakirakan bahwa akan terjadi potensi banjir rob pada tanggal 18-22 Desember ini rupanya tidak begitu berdampak di Kota Banjarmasin.

Padahal sebelumnya Pada rentang tanggal tersebut ada potensi air pasang dengan ketinggian pasang maksimum dari 2,5 meter hingga 3 meter.

Bahkan masyarakat yang berada di dataran rendah dan daerah pesisir diimbau untuk mengungsi sementara waktu jika tidak ingin mengalami banjir rob di rumah masing-masing.

Namun bersyukur, ancaman itu sepertinya tidak begitu membuat permukaan air di seputaran Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini meningkat drastis seperti yang terjadi di awal Desember.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sejak 18 sampai tadi malam, ketinggian air di Sungai Martapura masih aman.

“Memang ada beberapa wilayah yang terendam. Namun tidak separah awal bulan Desember tadi,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (20/12/2021).

Baca Juga :

SUNGAI GUSANG Jadi Tumpuan Kota Banjarmasin Tangkal Banjir Kiriman

Pasalnya, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan tadi malam sejak Minggu (19/12/2021) pukul 22.46 sampai dengan Senin (20/12/2021) pukul 8.00 WITA , Raji membeberkan hanya tiga wilayah yang merasakan dampak akibat fenomena air pasang ini.

Luapan air sungai merendam wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Barat, Banjarmasin Tengah dan Sebagian wilayah Banjarmasin Utara.

Suntik lokasinya sendiri seperti Jalan Banua Anyar, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang terendam dengan ketinggian ketinggian air berkisar dari 5-10 cm.

Kemudian, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat dengan ketinggian air 10-15 cm. Dan ini juga berdampak pada ketinggian air di kawasan Jalan Komplek DPR.

Baca Juga :   TERUNGKAP Kasus Pelecehan Seksual di Alalak Utara, Seorang Tersangka Diamankan

Lalu, banjir rob juga menggenangi kawasan Kelayan B, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dengan ketinggian air 10-30 cm.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/12/2021) malam, BPBD hanya mencatat satu kawasan yang terendam hanya satu titik saja, yakni kawasan Komplek DPR, Jalan Jafri Zam-zam, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Benar saja, jika melihat data berdasarkan pengamatan yang dilakukan BOBD di pintu air Masjid Sabilal dan di Sampibg Markas BPBD, ketinggian air yang terjadi pada tadi malam mencapai 145 cm di atas permukaan laut.

“Kalau normalnya itu 120 cm. Memang ada kenaikan air, tapi tidak sampai masuk ke rumah seperti minggu kemarin,” ujarnya

Selain itu, ia menilai intensitas pasang tinggi yang terjadi juga lebih cepat surut dibandingkan banjir rob sebelumnya.

“Mulai pasang sekitar jam 9 sampai 10 malam. Kemudian pukul 1 sudah mulai berangsur surut,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengklaim bahwa berkurangnya dampak banjir rob kali ini juga dikarenakan sudah mulai bergeraknya Satgas Kebersihan di masing-masing kelurahan untuk mengembalikan fungsi sungai.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok
GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan
DICEK Gubernur Muhidin Ketersediaan Air di Embung Jomowi
JUMAT PAGI, Kualitas Udara Banjarbaru Kategori Berbahaya
LIMA Tersangka Terlibat Karhutla Kalsel
HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca