KAMMI : KPU Jangan Menganggap Remeh Tragedi Kemanusiaan dan Tuntut Segera Realisasikan Santunan Duka

- Penulis

Senin, 20 Mei 2019 - 22:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sekelompok massa dari Kesatuaan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banjarmasin yang diikuti dari berbagai daerah lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel)sambangi Kantor KPU Kalsel di kawasan A Yani Km 3,5 Banjarmasin, Senin (20/5) sore.

Dan kemudian, massa menggelar aksi damai di depan Kantor KPU Kalsel dengan pemngawalan ketayt dari kepolisian.

Apa yang dilakukan KAMMI dalam aksi sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Massa menuntut KPU Kalsel untuk segera merealisasikan santunan duka.

Ketika itu aksi dibarengi pemasangan bendera kuning dan menaburkan bunga sebagai rasa berduka cita oleh KAMMI untuk para KPPS yang mereka anggap sebagai pahlawan demokrasi

“KPU jangan menganggap remeh tragedi kemanusiaan yang terjadi pasca pemilu dan membenahi sistem yang mengatur pemilihan pada pemilu-pemilu yang akan datang,” ucap Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Kota Banjarmasin, Alfiansyah yang akrab disapa Alfi.

Sisi lain, agar KPU merealisasikan secepat mungkin santunan, mereka turut mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengawal proses demokrasi agar berjalan dengan adil dan damai.

Mereka juga meminta anggota DPR terpilih merumuskan revisi undang-undang tentang Pemilu serentak tahun 2024.

Semua dilakukan agar tidak muncul kasus yang lebih parah di Pemilu 2024.

Kemudian, Alfi menyebut ini menjadi pembelajaran untuk sesegera mungkin merevisi UU Pemilu.

Di halamam KPU itu pula, massa secara bersamaan membacakan doa dan zikir, termasuk di hadapan Ketua KPU dan komisioner KPU.

Sementara Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, pada mula turut mendoakan apa yang telah dilakukan oleh para anggota KPPS bisa menjadi amal ibadah mereka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :   KEMENAG KALSEL Kirim Kontingen ke Kemah Pramuka Madrasah Nasional 2024

“Kami KPU Kalsel merasa berbahagia atas semua belasungkawa yang terjadi, kami bangga atas apa yang dilakukan oleh para mahasiswa, harusnya seluruh elemen masyarakat juga bergerak melihat insiden ini,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Dikatakan, kalau KPU akan terus berusaha untuk cepat dalam merealisasikan bantuan atau santunan kepada para anggota keluarga yang ditinggalkan.

“Tapi kan kami tidak bisa sembarangan untuk menggunakan anggaran, sehingga harus ada koordinasi,” ujarnya.

Diakui Ketua KPU, kalau pelaksanaan pemilu yang pertama kali dihelat secara serentak dibayar mahal dengan gugurnya sejumlah petugas KPPS.

Sementara dari data diperoleh untuk seluruh petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia di Indonesia mencapai 554 orang, baik dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri.

Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara petugas yang sakit 3.788 orang.

Untuk petugas KPPS yang mengalami cacat, KPU memberikan bantuan sebesar Rp30,8 juta per orang, luka berat Rp16,5 juta per orang dan luka sedang Rp8,25 juta per orang.

Bahkan KPU sebelumnya menargetkan verifikasi petugas KPPS yang meninggal dan sakit saat bertugas selama Pemilu 2019 selesai sebelum 22 Mei 2019. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C
PELAKSANAAN 50 Paket Proyek pada Dinas PUTR HSS TA 2024 Terindikasi Dugaan Kerugian Negara, Begini Sikap Kejati Kalsel
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
TA 2026/2027: 270 Siswa Masuk Sekolah Rakyat
DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca