SuarIndonesia – Akibat “ODOL” (Over Dimension Over Load), setiap tahunnya Negara mengalami kerugian taksiran Rp. 43 Triliun untuk melakukan perbaikan Jalan, ini diantaranya target pada operasi Kepolisian.
Kendaraan “ODOL” yang saat ini semakin marak beroperasi di Jalan sehingga mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat maupun Negara.
Itu tersampaikan ketika Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menggelar apel Pasukan Operasi Keselamatan Intan Tahun 2022 di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri, Banjarmasin, Selasa (1/3/2022).
Apel ini dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, S.I.K.
Apel Pasukan ini diikuti personel TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Jasa Raharja dan personel yang terlibat operasi.

Tema “Melalui Operasi Keselamatan 2022 Kita Wujudkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Guna Terciptanya Sitkamseltibcar Lantas Yang Kondusif Serta Dalam Upaya Memutus Rantai Penyebaran Covid-19”.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. dalam amanatnya dibacakan Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, S.I.K., operasi Keselamatan Intan 2022 ini dilaksanakan selama dua) minggu mulai tanggal 1 hingga 14 Maret 2022.
Tujuannya, terang Kapolda Kalsel selain meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas agar menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, juga untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Dalam operasi yang bersifat kemanusiaan ini, petugas mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif disertai kegiatan yang bersifat persuasif humanis.
Selain penanganan Covid-19, kata Kapolda Kalsel, Polri melalui Korlantas Polri juga melakukan upaya penertiban kendaraan Over Dimension Over Load.
Kerugian itu berupa banyaknya nyawa yang telah melayang akibat kecelakaan kendaraan Over Dimension Over Load.
“Setiap tahunnya Negara mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 43 Triliun untuk melakukan perbaikan Jalan yang rusak akibat lalu lalang kendaraan truk ODOL,” ujarnya.
Kapolda berharap melalui Operasi Kewilayahan ini, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.
Sehingga tercipta Kamseltibcar lantas yang kondusif. serta tercapainya target vaksin Pemerintah khususnya di Provinsi Kalsel. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















