AIR LINDI Diduga Cemari Persawahan, Warga Tutup Sepihak Saluran dalam TPA

AIR LINDI Diduga Cemari Persawahan, Warga Tutup Sepihak Saluran dalam TPA

SuarIndonesia – Warga pemilik kebun dan sawah di dekat TPA Cahaya Kencana, Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mulai gerah dengan respon pihak TPA dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar.

Warga setempat sudah cukup lama merasakan dampak dugaan pencemarahan air limbah yang masuk ke aliran sungai sehingga menjadi penyebab kegagalan panen.

Sebagai bentuk protes, saluran pembuangan air sisa pengolahan limbah di dalam TPA Cahaya Kencana, di Kecamatan Karang Intan, Senin (9/11/2020), ditutup secara sepihak oleh Warga Desa Sungai Alang dan Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan.

“Sebelumnya sudah bersurat resmi kepada pihak terkait untuk menutup sendiri, tapi tidak ada tanggapan.

Jika tidak ditutup maka air hitam pekat yang ada di TPA ini saat hujan akan masuk ke saluran sawah dan kebun lagi,” ujar Muhammad Yusuf, perwakilan warga.

Yusuf mengatakan pihaknya sudah sangat dirugikan akibat pengelolaan TPA yang tidak benar. Pada tahun ini bahkan boleh dikatakan para petani gagal panen.

Ada yang mendapatkan hasilnya cuma 5 liter beras dengan luasan lahan 9 borogan. Ukuran 1 borongan 17 meter kali 17 meter.

“Ada juga warga kami yang cuma mendapatkan 2 liter gabah dengan lahan 9 borongan. Bayangkan bagaimana kami sebagai warga sangat dirugikan akibat limbah beracun dari TPA.

Kami sudah mengadu ke mana-mana tapi tidak ada tindakan, makanya hari ini kami tutup saluran pembuangan air limbah.

Jika ke depan masih tidak ada tindakan kami akan meminta pendampingan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk melayangkan gugatan. Kami sudah lima tahun belakang merasakan dampaknya,” tegas Yusuf.

Kepala DLH Banjar, Boyke Wahyu Tristiyanto, yang coba dikonfirmasi tak menampik sistem pengolahan lindi di TPA tersebut sudah tidak mencukupi dengan volume sampah yang ada.

Ia juga mengakui terkadang air lindi keluar dari area TPA, apabila curah hujan terlalu tinggi.

“Kami sudah membuat kolam-kolam penampungan lindi agar kelebihan lindi akibat curah hujan tinggi itu tidak sampai keluar dari lahan TPA.

Kami masih akan membuat kolam-kolam lain untuk mengantisipasi musim hujan yg akan datang,” kata Boyke.(RW)

 169 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: