AHLI Tepis ‘Micin’ Perburuk Radang Amandel

- Penulis

Senin, 22 Januari 2024 - 21:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi MSG. [Shutterstock]

Ilustrasi MSG. [Shutterstock]

SuarIndonesia — Dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala leher lulusan Universitas Indonesia (UI) dr Abdillah Hasbi Assadyk SpTHTBKL MPH menepis anggapan bahwa micin atau penyedap rasa dapat memperburuk radang amandel.

Menurutnya radang amandel atau tonsilitis hanya bisa terjadi apabila seseorang atau pasien terpapar oleh virus atau kuman sehingga akhirnya terjadi peradangan di dalam tubuh.

“Snack, bumbu penyedap seperti micin itu benda mati. Tidak akan menyebabkan infeksi, infeksi itu baru bisa terjadi karena adanya kuman,” kata dokter Hasbi dalam webinar, Senin (22/1/2024).

Dikutip SuarIndonesia dari AntaraNews, apabila misalnya radang amandel terjadi seakan setelah memakan atau meminum suatu, besar kemungkinan dalam pengolahan makanan atau minuman tersebut tidak higienis.

Kondisi radang amandel juga didukung dengan kondisi apabila seseorang tersebut sedang tidak dalam kondisi prima atau imun tubuhnya lemah.

Ketika dua kondisi itu bertemu yaitu virus atau kuman berhasil masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman sebagai perantara dan kondisi tubuhnya sedang tidak prima maka radang amandel dapat terjadi dengan mudah.

“Jadi walaupun makanannya dibawakan dari rumah tapi kalau yang buatnya tidak cuci tangan, sedang pilek, lalu pegang sana sini termasuk pegang makanannya kemungkinan besar amandelnya meradang. Jadi itu bukan dari bumbunya,” kata dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Medistra Jakarta tersebut.

Baca Juga :   WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026

Ia pun memberikan kiat agar seseorang dapat terhindar dari radang amandel yaitu dengan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat lewat menjaga tubuh tetap aktif dan menghindari infeksi.

Menurutnya pola hidup bersih dan sehat, menjadi salah satu kunci yang dapat menjaga amandel tidak akan meradang.

“Hindari infeksi apabila tahu ada yang sakit. Jangan dekat-dekat kalau ada yang sakit. Pakai masker dan sering cuci tangan. Prinsipnya begitu, menghindari infeksi,” begitu saran dokter Hasbi.

Jika mengalami peradangan amandel, maka sebaiknya pasien bisa langsung berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan terbaik baik melalui terapi obat atau penanganan lewat operasi apabila diperlukan. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OTT ke-21 2026 KPK: Bupati Bolaang Mongondow Utara Ditangkap
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
PENGANGKATAN Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu tanpa Tes
64 PESAWAT dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
PENCEGAHAN Stunting Butuh Peran Bersama. Begini Pesan Alpiya
SAMPAIKAN PERDA Kesehatan, Supian HK Ingatkan Bahaya Karhutla
KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi
258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:33

VONIS,. Eks Kajari HSU “Mendekam” di Penjara 5 Tahun 10 Bulan

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Senin, 21 September 2026 - 19:33

PENGANGKATAN Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu tanpa Tes

Minggu, 20 September 2026 - 22:57

ANGGOTA DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Tanam Sawit

Minggu, 20 September 2026 - 22:50

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 September 2026 - 22:08

64 PESAWAT dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Jumat, 18 September 2026 - 21:18

KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi

Berita Terbaru


Dinas, anak orang utan mendapat perawatan. (Foto: Istimewa)

Kalteng

DINAS Ditemukan Lemas!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca