PENCEGAHAN Stunting Butuh Peran Bersama. Begini Pesan Alpiya

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan dimulai sejak masa kehamilan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H M. Alpiya Rakhman, SE, MM, saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Kesehatan di Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Alpiya menekankan pentingnya peran keluarga, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus mencegah terjadinya stunting.

Menurut Alpiya, desa merupakan salah satu titik penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.

Keluarga dan lingkungan terdekat menjadi garda pertama dalam memastikan ibu hamil mendapatkan perhatian yang cukup, serta anak memperoleh asupan gizi dan pemantauan tumbuh kembang secara optimal.

“Kesehatan ibu dan anak harus kita jaga sejak awal. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak. Pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak harus menjadi perhatian bersama,” ujar Alpiya.

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pada 2024 terdapat sekitar 40 anak yang mengalami stunting di wilayah Satui.

Namun, berkat upaya bersama masyarakat, tenaga kesehatan, aparat desa, serta relawan kesehatan melalui pembinaan, sosialisasi pencegahan stunting dan pemberian makanan bergizi, angka tersebut mengalami penurunan signifikan dan saat ini tersisa empat anak.

“Ini menunjukkan bahwa kalau kita bergerak bersama, memberikan pembinaan, pendampingan dan perhatian terhadap pemenuhan gizi anak, hasilnya bisa terlihat. Tentunya empat anak yang masih mengalami stunting juga harus terus kita dampingi agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Alpiya menilai pencegahan stunting merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat secara keseluruhan.

Dirinya mendorong bidan dan kader kesehatan desa untuk terus aktif memberikan pendampingan kepada keluarga.

Edukasi mengenai pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan kehamilan, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang balita perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kader dan bidan desa memiliki peran yang sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kalau keluarga mendapatkan pendampingan dan informasi yang benar, berbagai risiko terhadap kesehatan ibu dan anak dapat diketahui lebih cepat,” katanya.

Baca Juga :   KONDISI PANIK, Pengakuan Agus Loncat dari Kapal ke Skoci Bersama Enam Orang

Lebih lanjut, Alpiya menjelaskan, Perda Nomor 01 Tahun 2012 tentang Kesehatan merupakan salah satu landasan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui substansi perda tersebut, termasuk memahami kewajiban pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan serta hak-hak masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan.

“Dengan adanya perda ini, kita ingin masyarakat mengetahui apa yang menjadi kewajiban pemerintah daerah sekaligus memahami hak-haknya sebagai pasien dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Dalam sesi dialog, salah seorang relawan kesehatan menyampaikan aspirasi terkait semakin meningkatnya kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, sementara jumlah tenaga pelayanan dan tenaga kesehatan yang tersedia masih terbatas.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Alpiya menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin mengakomodir masukan masyarakat dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kita akan berusaha mengakomodir masukan dan aspirasi masyarakat ini untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait, baik di kabupaten maupun provinsi.

Termasuk dalam pembahasan Raperda tentang Kesehatan yang saat ini masih dibahas dan digodok, berbagai masukan yang relevan tentu akan menjadi perhatian,” ungkapnya.

Ia berharap Sosper tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi mengenai regulasi, tetapi juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan DPRD untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung di lapangan.

“Kita ingin anak-anak Satui, khususnya, tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang baik. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari sekarang, dari keluarga, dari desa, dan dari perhatian kita kepada ibu hamil serta balita.

Ini adalah investasi menuju generasi Indonesia Emas 2045,” Katanya. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA JENAZAH LAGI Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dan Diterbangkan Menggunakan Helikopter ke Banjarmasin
BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin
TERJEBAK Diperkebunan Sawit, Mama Lifa dan Lifa Diselamatkan
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
SAMPAIKAN PERDA Kesehatan, Supian HK Ingatkan Bahaya Karhutla

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:03

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Sabtu, 12 September 2026 - 19:10

DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:58

RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:24

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca