SuarIndonesia — Tim rescue Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun mengevakuasi seekor anak orang utan jantan berusia sekitar tujuh bulan dari Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (21/9/2026) sore. Anak orang utan yang diberi nama Dinas itu, kini tengah mendapat perawatan dan bakal diperiksa kesehatannya.
Dinas ditemukan warga seorang diri dalam kondisi lemas. Dinas diketahui sempat mengalami dehidrasi saat hendak dievakuasi.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga bernama Gst Nobon terkait keberadaan anak orang utan tersebut.
“Kami menerima laporan dari Bapak Gst Nobon terkait keberadaan satu individu anak orang utan di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau,” kata Handi, dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Senin (21/9/2026) malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan satwa tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan mulai dari suhu tubuh, kondisi gigi hingga denyut jantung. Dari pemeriksaan awal, Dinas diketahui dalam kondisi lemas dan sempat mengalami dehidrasi,” ujarnya.
Dokter hewan yang tergabung dalam tim kemudian memberikan penanganan awal, termasuk pemberian vitamin untuk membantu memulihkan kondisi tubuh anak orangutan tersebut. Sebelum tim tiba, warga yang menemukan Dinas juga sempat memberikan pertolongan dengan memberinya air minum dan susu.
Setelah mendapat laporan, proses penyelamatan kemudian ditangani oleh tim KSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Penemuan Dinas terjadi ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Lamandau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Satwa tersebut ditemukan seorang diri, sementara keberadaan induknya hingga kini belum diketahui.
“Sekitar pukul 14.25 WIB, tim membawa Dinas menuju Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan lebih lanjut. Anak orang utan tersebut kini ditempatkan di kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun,” katanya.
Untuk sementara, anak orang utan tersebut kami tempatkan di kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan besok untuk memastikan kondisi kesehatannya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















