ADAKAH EKSPOSE 100 Hari Kinerja Kepala Daerah ?

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 18:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tidak terdengar ekspose 100 hari kinerja kepala daerah.

Baik kinerja Gubernur, atau pun Walikota dan Bupati. Kalau pun ada sebagian kepala daerah yang mengekspose, jumlahnya sedikit sekali, termasuk capaian kinerjanya.

Pertanyaan mendasar yang layak diajukan, apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur selama 100 hari kinerjanya?.

Adakah suatu hal yang mendasar, yang membawa pada harapan?, Pun begitu terhadap Walikota dan Bupati, adakah perubahan yang sudah dimulai? atau semua kembali terjebak pada rutinitas?.

Apakah ekspose 100 hari kinerja kepala daerah sudah tidak penting lagi?.

Sehingga tidak ada perlombaan adu prestasi dari masing-masing kepala daerah dalam bentuk ekspose kinerja.

Bukankah hal tersebut biasanya menjadi ajang untuk memberitahukan kepada publik, bahwa apa yang sudah dijanjikan saat kampanye dan debat calon, benar-benar dilaksanakan dan sudah tercapai sekian persen, sesuai waktu yang dijanjikan.

Publik juga sepertinya tidak banyak yang mempertanyakan minimnya ekspose 100 hari kinerja kepala daerah ini, atau bahkan sudah lupa, bahwa semua yang sudah dijanjikan, harus ditagih komitmennya.

Dimulai dari 100 hari kinerja pertama, dan dilanjutkan pengawasan pada hari-hari berikutnya. Publik yang cerewet, itulah yang dapat mengawal kepala daerah untuk konsisten pada janjinya.

Pelupa, memang menjadi “penyakit” yang lajim atas soal-soal terkait janji politik.

Entah bagi publik sebagai pemilih, apalagi bagi kepala daerah yang sudah terpilih.

Setelah Pemilu berlalu, cenderung lupa akan janji yang sudah diterima.

Janji tinggal janji, berlalu seiring waktu, dan seperti bukan sesuatu yang penting untuk diingat, apalagi dituntut.

Baca Juga :   DPRD: 7.000 Anak Putus Sekolah di Banjarmasin Harus Segera Ditangani

Begitu juga bagi yang berkuasa. Setelah kekuasaan diraih, tidak perlu menunaikan semua yang sudah diucapkan, toh tidak ada juga kepala daerah – bahkan Presiden sekalipun, yang diberhentikan atau diturunkan dari jabatan karena tidak menunaikan janji yang sudah disampaikan.

Toh sudah dibayar juga dalam bentuk politik uang. Akibatnya, kalau janji kampanye tidak terlaksana, bukanlah menjadi beban pikiran. Kepala daerah terus berlenggang dengan agenda rutin serimonial yang bahkan jauh dari janji kampanyenya.

Padahal, penting sekali ekspose 100 hari kinerja, sebagai pembuktian kepemimpinan yang amanah dan akuntabel – kesesuaian antara janji dan perbuatan – ucapan dan tindakan.

Bahkan, 100 hari, bisa menjadi titik pijak untuk memulai program-program yang lebih besar. Program yang dapat membawa perubahan pada daerah. Bahkan, titik berangkat untuk memberikan legacy kepemimpinan yang bermakna.

Kenapa mesti 100 hari?. Karena itulah tenggat waktu yang cukup bagi kepala daerah untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja sesuai janji yang sudah dikampanyekan.

Bukti bahwa tidak ada waktu terbuang untuk sesuatu yang percuma.

Termasuk untuk serimonial, perjalanan ke Luar Negeri yang tidak penting, dan segala tindakan sia-sia, yang tidak terkait langsung dengan capaian kinerja.

(Oleh: Noorhalis Majid/Ambin Demokrasi)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KUCURKAN BATUAN 6,5 Miliar Bantu Anak tidak Sekolah, Data di Kalsel Capai Puluhan Ribu
“GANGSTER” Masuk Kampung, Polisi Amankan Situasi Wilayah Banjarmasin Timur
OTONOMI DAERAH Wujudkan Kemandirian Kelola Potensi
MULAI Hari ini, Harga Solar dan Pertamax Turbo Naik!
ANGGOTA DPRD KALSEL Angkat Bicara Soal Keresahan Tarif Listrik Tiba-tiba “Menyengat”
PIMPIN PERBAKIN KALSEL; Rais Ruhayat Targetkan Kebangkitan Prestasi
TERBAKAR-AMBRUK Kios Pedagang Bawang dan Sembako di Pasar Baru Banjarmasin
BARITO PUTERA Gagal ke Super League

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:37

“GANGSTER” Masuk Kampung, Polisi Amankan Situasi Wilayah Banjarmasin Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 19:55

SKK MIGAS Temukan 13 Sumur dengan Cadangan Minyak 1 Juta Barel

Senin, 4 Mei 2026 - 19:15

ANGGOTA DPRD KALSEL Angkat Bicara Soal Keresahan Tarif Listrik Tiba-tiba “Menyengat”

Senin, 4 Mei 2026 - 15:25

PULUHAN TERSANGKA Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi Diungkap Polda Kalsel, Begini Modusnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:20

MENSOS Syaifullah: Pengadaan Sekolah Rakyat Bebas dari Korupsi

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:12

TUAN GURU APRESIASI Pengungkapan Pembunuhan Terhadap Ustazah, Meski Tinggalkan Kesedihan Mendalam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:21

TERUNGKAP MOTIF Pembunuhan Seorang Ustazah di Banjarbaru

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Berita Terbaru

Tim bulu tangkis China kembali menegaskan dominasinya di panggung beregu putra dunia dengan mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 3-1 pada laga final di Forum Horsens, Denmark, Senin (04/05/26) dinihari. (Foto: Istimewa)

Olahraga

CHINA Juara Thomas Cup 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20

Otonomi daerah mewujudkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan harapan bangsa. (Foto: Medcen Kalsel)

Kalsel

OTONOMI DAERAH Wujudkan Kemandirian Kelola Potensi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:09

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca