60 Personil Jalani `Bintra’, Inilah Penjelasan Dir Polairud Polda Kalsel

60 Personil Jalani `Bintra’, Inilah Penjelasan Dir Polairud Polda Kalsel

Suarindonesia – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalsel melakukan Pembinaan dan Tradisi (Bintra).

Itu selama tiga hari, dan personil benar-benar dibina dengan tidak boleh bawa Handphone, dompet dan lainnya dari Jumat (1/2) hingga usai kegiatan Minggu (3/1) semua berkumpul kembali di Mapolairud di kawasan Teluk Tiram Banjarmasin.

Dari keterangan, dalam kegiatan itu diikuti sekitar 60 personil hingga jajaran Polres-polres, baik Perwira Menengah, Perwira Pertama, Bintara.

Semua dilatih berjalan kaki, berlayar di Laut Tabanio, Kabupaten Tanah Laut.

Kemudian latihan berdayung, berenang, mengenal kemudi kapal dengan perlengkapnnya, mengenal peta serta berbagai kegiatan fisik dengan berguling-guling di hutan, kepekaan, kesiapan yang semua di lokasi daerah Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Akhirnya, Sabtu malam, menuju Banjarmasin dengan jalan kaki sepanjang 30 Km.

Sampai paginya, semua personil dilatih lagi dengan berenang menyeberangi Sungai Martapura ke tepian Markas Komando (Mako) Dit Polairud.

Dari pantauan, setelah itu tradisi pasang baret dari perwakilan peserta serta siraman air kembang, yang dilakukan Direktur Dit Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol AKBP I Made Sukawijaya dan diikuti Wadir Polairud, AKBP Kukuh P.

Lagi-lagi, para anggota kembali disuruh merayap, berguling-guling dan jongkok hingga air keluar dari slang  mesin pemadam kebakaran disemprotkan ke tubuh semuanya.

“Kita bersyukur semua anggota setibanya tetap prima. Salam komando !!,’’ kata Kombes Pol I Made Sukawijaya, disela kegiatan.

Dikatakan, semua anggota yang ikutserta, karena sebelumnya tidak pernah jalani `Bintra’.

Ditanya kenapa kegiatan yang dilakukan berbeda dengan sebelumnya.

Ia mengatakan, memang ada tambahan variasi lain dalam kegiatan, yang tujuannya tak lain memberikan pemahaman terhadap arti filosofi `Baret Biru Benhur’ Polairud dan tugas-tugas sebagai anggota Polairud harus mengerti tugas pokok dengan tugas di lapangan.

“Fisik, mental yang kuat dan kebersamaaan, kekompakan diaplikasikan dalam tugas.

Variasi dalam kegiatan, ya inilah Polairud Polda Kalsel `rasa baru,’.

Dan saya sebelum kegiatan menyampaikan ke Kapolda, mendapat respon positif,’’ ucap Kombes Pol I Made Sukawijaya, yang sebelumnya menjabat Wadirpolairud Polda Metro Jaya ini.

Dijelaskan, sebagai anggata Polairud akan benar-bemar merasakan inilah tugasnya disatuan.

Semua untuk mengenal lingkungan dan membentuk karakter serta jati diri sebagai anggota Polri.

Kegiatan pembinaan tradisi juga untuk membentuk menjadi personil Polair yang profesional dalam melaksanakan tugasnya khususnya di perairan.

“Inilah Bintra, memumpuk kepedulian dan kebersamaan sesama personil,’’ ujar Kombes Pol I Made Sukawijaya, yang mengaku kalau dirinya dulu malah satu bulan jalani `Bintra’.

Kombes Pol I made Sukawijaya juga berpesan, dengan berakhirnya kegiatan ini, hindari tindakan disiplin yang bisa merugikan diri sendiri maupun keluarga serta tidak bertindak yang aneh aneh. (ZI)

 573 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: