492 Peserta Ikut Baayun Maulid, Termasuk Nenek Berusia 93 Tahun

492 Peserta Ikut Baayun Maulid, Termasuk Nenek Berusia 93 Tahun

Suarindonesia – Budaya yang melekat di kalangan Suku Banjar masih dilaksanakan hingga sekarang. Tak heran, sebagaimanaa tradisi ratusan tahun lalu, pelaksanaan Baayun Maulid yang diperingati setiap hari lahirnya Rasullullah Muhammad SAW di Banjarmasin diapresiasi secara luar biasa oleh ribuan masyarakat.

Acara yang merupakan budaya masyarakat Banjar ini di laksanakan di Halaman Masjid Jami Kota Banjarmasin , Selasa (20/11). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru berjubel memenuhi lapangan pelaksanaan acara, termasuk Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dan Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani serta seluruh jajarannya.

Peserta juga masih tak kalah seperti pelaksanaan tahun lalu, di mana diikuti peserta dari berbagai kalangan dan usia. Untuk kalangan usia, peserta paling muda di acara ini adalah bayi berusia 13 hari sedangkan peserta yang paling tua berumur 93 tahun.

Ibnu mengaku syukur acara bagian dari budaya dan adat masyarakat Banjar ini bisa diselenggarakan. Apalagi ini dalam rangka memperingati lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW. Peringatan Baayun Maulid ini juga bisa dijadikan wisata budaya khas dan dijadikan destinasi daerah.

“Alhamdulillah Baayun Maulid bisa kita laksanakan lagi, mudahan ini bisa terus dilaksanakan dan dijadikan warisan budaya agar anak cucu kita masih mengenal. Dan ini juga diharapkan tidak bertentangan dengam syariah,” katanya di sela acara.

Ibnu melanjutkan, acara ini diikuti 492 peserta, di mana itu menyesuaikan dengan umurnya Kota Banjarmasin. Sementara itu untuk pesertanya mulai bayi dan tua.

“Peserta tertua umur 93 tahun dan paling muda bayi berumur 13 hari. peserta datang dari berbagai daerah,” ucapnya.

Peserta Bayun Maulid, M Nazib, yang saat itu bersama orangtuanya Solihin mengaku gembira acara peringatan Maulid ini diselenggarakan dan ia berharap dalam kepesertaan anaknya yang berusia 7 tahun bisa mendapatkan berkah.

“Ini yang pertama kami ikuti dan mudahan tahun depan bisa ikut. Mudahan saja mendapatkan keberkahan,” katanya.

Senada, Rabiatul yang mengikutkan anaknya yang baru berusia 6 bulan bernama M Amin Habibi, mengaku gembira. Selain pengalaman pertama, keikutsertaan anak pertamanya itu juga merupakan nazar baginya di mana dirinya meniatkan apabila memiliki anak akan diikutkan Baayun Maulid.

“Saya ikutkan anak saya karena niatan dari saya apabila dikarunia anak dan ini Alhamdulillah dikabulkan. Mudahan berkah,” ucap warga Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara ini.(SU)

 356 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: