21 Unit Angkutan Barang Terjaring Razia

21 Unit Angkutan Barang Terjaring Razia

Suarindonesia – Sejumlah 21 unit kendaraan angkutan barang terjaring razia oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Penertiban tersebut berlangsung di Jalan Lingkar Selatan, Basirih, Banjarmasin, Kamis (7/2/2019) pagi hingga siang hari.

Kegiatan Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasi Wasdal LLAJ Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, M Yunus tersebut berlangsung hingga beberapa jam. Aktivitas angkutan barang pun dihentikan. Sementara mobil pribadi dan kendaraan roda dua tetap bisa melintas.

Yunus mengatakan, penertiban kali ini karena adanya peraturan dari Kemenhub mengenai dimensi angkutan umum. Sehingga pemeriksaan pun dilakukan dan digelar hingga nasional.

Bahkan tak dipungkiri, ada saja sejumlah angkutan yang melebihi batas dimensi. Dalam artian tempat atau bak melebihi dari standar awal kendaraan yang dikeluarkan. Lantas, ketika ditemui hal tersebut, petugas pun langsung memberikan surat tilang.

“Kami sekaligus ada membawa petugas yang memeriksa. Jadi diukur dimensinya,” ucap Yunus.

Tak habis di situ, hal yang terus ditemui petugas Dishub dalam menggelar operasi adalah habisnya masa periode buku KIR. Sehingga belasan angkutan barang berakhir mendapatkan surat tilang.

Dikatakan Yunus, uji KIR harus dilakukan setiap enam bulan sekali. Ia mengimbau kepada perusahaan pemilik angkutan dan sopir untuk memperhatikan hal tersebut. Tujuannya pula untuk keamanan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Razia gabungan bersama Polsek Banjarmasin Selatan tersebut, ditemukan pula tiga angkutan yang mengaku lupa membawa STNK. Sehingga pihak kepolisian yang bertugas juga memberikan surat tilang.

Anggota Satlantas Polsek Banjarmasin Selatan, Lugianto mengingatkan supaya pengendara harus memperhatikan kelengkapan surat menyurat dan memperhatikan fisik kendaraan sebelum bepergian.

“Memeriksa fisik kendaraan dan memastikan kelengkapan surat menyurat itu jadi hal penting ketika hendak bepergian,” ucapnya.

Masih pada giat yang sama, rupanya petugas Dishub juga menemukan angkutan barang yang bannya mengalami kerusakan, namun izin KIR masih berlaku.

Bahkan diperkirakan anggota Dishub Banjarmasin, Dede yang memeriksa angkutan tersebut, ada kemungkinan kendaraan lolos KIR sebelum mengalami kerusakan.

“Bisa jadi lolos KIR, kemudian bannya rusak setelah melakukan uji. Kami sudah beri peringatan dan meminta agar sopir mengganti ban tersebut, karena tidak aman untuk dirinya,” demikian Dede. (SU)

 256 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: