12 PELAKU Jual-Beli Bayi di Medsos Ditangkap, Ada yang Beroperasi di Kalbar

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis kasus TPPO jual beli bayi lewat media sosial. (Foto: detikNews)

Rilis kasus TPPO jual beli bayi lewat media sosial. (Foto: detikNews)

SuarIndonesia — Sindikat jual beli bayi di media sosial berkedok adopsi dibongkar oleh Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri. Polisi menangkap total 12 orang dan berhasil menyelamatkan 7 korban bayi. Di antara para pelaku, ada yang beroperasi di Kalimantan Barat (Kalbar).

Dikutip detikKalimantan dari detikNews, terbongkarnya sindikat ini merupakan hasil pengembangan kasus penculikan balita Bilqis (4) di Makassar beberapa waktu lalu. Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin mengatakan penanganan kasus lintas wilayah ini dilakukan bersama Densus 88 Antiteror.

“Jadi pada tanggal 3 Desember 2025 yang lalu, penyidik berhasil sudah menetapkan 12 orang tersangka berikut barang bukti dan menyelamatkan 7 orang bayi yang menjadi korban,” jelas Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (25/2/2026).

Dirtipid PPA dan PPO Brigjen Pol Nurul Azizah yang juga hadir dalam jumpa pers menerangkan bahwa para tersangka dibagi menjadi dua klaster.

“Telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 12 orang yang terdiri dari delapan orang dari kelompok perantara dan empat orang dari kelompok orang tua,” jelas Nurul.

Delapan tersangka dari klaster perantara yakni NH (perempuan), LA (perempuan), S (laki-laki), EMT (perempuan) ZH (perempuan) H (perempuan), BSN (perempuan) dan F (perempuan). Kemudian empat tersangka dari klaster orang tua yakni CPS (perempuan), DRH (perempuan) IP (perempuan) dan REP (laki-laki).

Mengenai perannya, tersangka NH menjual bayi di berbagai provinsi, yakni Bali, Kepri, Sulsel, Jambi, dan Jakarta. Kemudian LA berperan menjual bayi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepri, Jakarta, dan Jambi.

Baca Juga :   KAPOLDA Kawal Penanganan Karhutla di Kotim

Tersangka S menjual bayi di wilayah Jabodetabek. Sedangkan EMT menjual bayi di Banten, Jakarta, dan Kalbar. Tersangka ZH, H, dan BSN menjual bayi di Jakarta, sedangkan F menjual bayi di Kalimantan Barat.

Selanjutnya, tersangka CPS menjual bayi ke saudari NH di Yogyakarta, kemudian DRH dan IP menjual bayi kepada saudari LA di Tangerang, Banten.

Nurul juga mengungkap para pelaku memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok dan Facebook untuk melancarkan aksinya. Sedangkan pelaku perantara mengaku sudah lama menikah, namun belum mempunyai anak. Praktik ilegal itu dilakukan sejak 2024.

“Modus operandinya yaitu dengan menggunakan medsos, dalam hal ini adalah TikTok, Facebook, dan semacamnya,” jelasnya.

Orangtua menawarkan bayi dengan alasan ekonomi atau karena hamil di luar nikah. Kemudian, perantara menawarkan bayi yang diperoleh tersebut ke calon orang tua atau adopter dengan cara memberikan keterangan dan dokumen kelahiran yang dipalsukan.

“Harga dari ibu bayi Rp 8-15 juta. Kalau harga perantara Rp 15-80 juta. Semakin banyak perantara, harganya semakin mahal,” lanjut Nurul. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda
PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla
30.190 KOLEKSI dan 20 Benda Budaya Bersejarah Dipulangkan dari Belanda
MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race
DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang
DIATUR Tarif Pemeriksaan Kesehatan Haji

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca