10 Hari Pasca Gempa dan Tsunami, BBM dan Listrik Mulai Pulih.

- Penulis

Minggu, 7 Oktober 2018 - 22:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Indonesia berduka setelah gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, SulawesI Tengah pada, Jumat 28 September 2018 lalu.

Seluruh aktivitas di Palu dan Donggala lumpuh setelah diguncang gempa dan disapu oleh gelombang tsunami. Hotel, rumah, jembatan dan bangunan lainnya runtuh. Tidak hanya itu, pasokan BBM dan listrik menjadi sulit didapatkan oleh rakyat Sulteng. Semuanya serba susah.

Namun 10 hari berselang, Sulteng kini perlahan mulai pulih. Pemerintah dan masyarakat bersinergi agar Palu dan Sulteng bangkit. Berikut potret perkembangan wilayah Sulteng usai gempa dan tsunami seperti dilansir dalam kumparan, Minggu (7/10/2018).

PASOKAN BBM

Kondisi lalu lintas kota Palu sempat semrawut pascagempa dan tsunami yang menghantamnya. Mobil dan motor mogok karena kehabisan bahan bakar yang membuat jalanan macet.

Warga sempat berebut bahan bakar di beberapa SPBU di Kota Palu. Bahkan saat itu satu botol air minum mineral ukuran 800 ml BBM sempat dijual dengan harga Rp 100 ribu. Menipisnya pasokan BBM di Kota Palu disebabkan jalan rusak sehingga distribusi terhambat.

Sehari setelah Sulawesi Tengah dihantam gempa dan tsunami, tim Terminal BBM (TBBM) Donggala menyuplai solar untuk RS Undata di Palu.

Tidak hanya itu, Pertamina juga langsung mendirikan posko penanganan, yaitu Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Mutiara Palu dan di Terminal BBM (TBBM) Donggala.

Menanggapi sulitnya BBM pascagempa, Menteri ESDM Ignasius Jonan kemudian mendarat di Palu pada 4 Oktober 2018. Saat itu, Jonan mengatakan, pasokan BBM di Kota Palu sudah pulih sekitar 70%.

Sebelumnya, mobil mengular di pinggir jalan untuk mendapatkan pasokan BBM, sedangkan pengendara motor diwajibkan membawa botol untuk mendapatkan BBM. Pelayanan dilakukan secara manual dengan pengawasan aparat keamanan dari TNI dan Polri.

Dalam aktivitas normal sebelum gempa, Jonan menyebut dalam satu harinya bisa menyuplai BBM 400 KL. Sedangkan saat ini, Pertamina bisa menyuplai 350 KL BBM.

Baca Juga :   SALAH SATU Siswa SMK di Banjarmasin Dikeroyok

Dalam kunjungan tersebut, Jonan meyakini aktivitas Kota Palu akan normal dalam beberapa hari ke depan.

Menurut data BNPB sebanyak 12 dari total 17 SPBU di Palu sudah beroperasi. Namun, warga dibatasi dengan maksimal pembelian RP 100 ribu bai roda empat dan 5 liter per orang bagi pembeli menggunakan jeriken.

Pertamina juga kini menyediakan BBM dalam bentuk kalengan untuk mempercepat layanan. Jenis BBM yang dijual kalengan yaitu Pertalite dan Pertamax. Namun, tahap awal hanya Pertalite yang tersedia.

PASUKAN LISTRIK

Pascagempa dan tsunami yang melanda, Kota Palu gelap gulita selama enam hari. Aliran listrik terputus karena gardu listrik roboh dan rusak.

Mengetahui kondisi ini, pihak PLN kemudian langsung memperbaiki kelistrikan di daerah terdampak. PLN mengerahkan tim gabungan dalam beberapa tahap dan terus mengirimkan genset untuk membantu penerangan.

Pada Minggu (1/10), pemerintah menambahkan bantuan genset untuk penerangan Palu yang dikirim dengan menggunakan pesawat TNI AU. Setelah dilakukan pemulihan, listrik berangsur menyala pada Kamis (4/10) sore, sekitar pukul 18.00 WITA.

Lampu menyala di sejumlah jalanan seperti Jalan Kartini tepat depan Rumah Dinas Gubernur Sulteng, Jalan Anoa, Palu Selatan, serta Jalan Prof M Yamin, berdasarkan pantauan kumparan.

Sabtu (6/10) kemarin, Kepala Humas dan Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, listrik untuk Kota Palu sudah pulih 65%.

Sebanyak 5 dari 7 gardu induk yang mencakup Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, sudah beroperasi dan perbaikan masih terus dilakukan. Sutopo berharap listrik di daerah terdampak dapat pulih 90% minggu depan. (BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
KETAHANAN PANGAN, Dewan Kalsel Dorong Penguatan Sektor Peternakan dari Hulu ke Hilir
KETUA DPRD Kalsel Cek Lokasi Pengerukan Jalur Sungai Baru Danau Panggang
KASUS KUOTA HAJI: KPK Periksa Fuad Hasan Pekan Depan
RUPIAH Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik
PEMABUK MENGAMUK Tikam Teman Gegara Kunci Kontak Motor Hilang saat Membelikan Rokok

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47

JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:06

JADIKAN MURARAM Momentum Perubahan, Ini Ajakan dari Wabup Balangan

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:41

BERKOBAR API di Mess Karyawan Perusahaan Tambang PT BBP

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terbaru

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

Kedatangan jemaah haji Kloter 08 Debarkasi Banjarmasin asal gabungan dari Kalsel dan Kalteng tiba di tanah air setelah melaksanakan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Minggu (14/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca