WHO, Miras Bunuh Tiga Juta Orang per Tahun

- Penulis

Sabtu, 22 September 2018 - 14:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minuman keras(Foto: Net/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Konsumsi minuman keras alias miras beralkohol telah membunuh 3 juta orang per tahun, lebih banyak dibanding korban AIDS, kekerasan, atau kecelakaan lalu lintas jadi satu. Ini berdasarkan laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis Jumat (21/9)

Diberitakan AFP, dalam laporan setebal hampir 500 halaman itu, WHO mencatat satu dari 20 kematian setiap tahun disebabkan oleh konsumsi miras. Termasuk di dalamnya adalah kecelakaan lalu lintas saat mabuk, kekerasan karena mabuk, penyakit yang disebabkan alkohol, atau kecanduan alkohol.

Sebanyak 3 juta orang meninggal karena miras pada pencatatan WHO terakhir pada 2016. Angka ini mencakup 5,3 persen sebab kematian dalam setahun. Angka ini lebih besar dari kematian akibat AIDS yaitu 1,8 persen, kecelakaan lalu lintas 2,5 persen, atau pembunuhan 0,8 persen.

Studi WHO juga membantah mitos bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit tidak berdampak buruk, baik untuk kesehatan. Menurut WHO, tidak ada batas aman mengkonsumsi alkohol, yang aman adalah tidak menenggak miras sama sekali.

Konsumsi miras juga menyebabkan 200 penyakit, di antaranya sirosis hati dan beberapa jenis kanker. Laporan WHO juga menyebut konsumen miras rentan tertular penyakit seperti TBC, HIV, dan radang paru.

Baca Juga :   "B2SA" Mengantarkan Kabupaten Balangan Meraih Juara Pertama Tingkat Provinsi Kalsel

Di seluruh dunia, kata WHO, ada 237 juta pria dan 46 juta wanita yang menderita akibat alkohol. Eropa adalah benua dengan konsumen miras terbanyak di seluruh dunia. Beberapa konsumen miras di Asia juga meningkat jumlahnya, terutama di China dan India.

WHO mengimbau negara-negara melakukan tindakan untuk menghentikan konsumsi miras dan memenuhi target pengurangan jumlah konsumen miras hingga 10 persen antara 2010 dan 2025.

“Terlalu banyak orang, keluarga dan masyarakat yang menderita konsekuensi buruk dari penggunaan alkohol seperti kekerasan, luka, masalah kesehatan mental, dan penyakit seperti kanker dan struk. Waktunya meningkatkan aksi mencegah ancaman serius ini,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA
BONGKAR Empat Kasus BBM Ilegal, Modus Tangki Kendaraan Dimodifikasi
KAGET ! Sang Ayah Temukan Anaknya Bunuh Diri
KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR
KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
LEMBAGA INTERNASIONAL “UCSZOO” Apresiasi Polda Kalsel Jaga Trenggiling dari Kepunahan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:16

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:56

TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:40

BONGKAR Empat Kasus BBM Ilegal, Modus Tangki Kendaraan Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:32

KAGET ! Sang Ayah Temukan Anaknya Bunuh Diri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59

DIAMANKAN Dua Pria dengan Ratusan Butir Obat dan Sajam, Hasil KRYD Dipimpin Kapolresta Banjarmasin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13

DUKA SELIMUTI Relawan Bertugas Padamkan Karhutla di Kalsel

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44

KEBAKARAN di Jalan Belitung Darat, Penghuni Rumah Berlarian Selamatkan Diri

Berita Terbaru


Personel Lanud Sjamsudin Noor menurunkan dry ice yang dibawa Pesawat TNI AU. (Foto: HO-Antara)

Kalsel

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:16

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Maria C Galuh)

Bisnis

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:09

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto menjawab pertanyaan wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Prisca Triferna)

Hukum

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca